Dominggus Semprot 23 OPD Papua Barat Belum Input Data SiRUP, Proyek Bisa Molor

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegur kinerja administrasi puluhan organisasi perangkat daerah (OPD) yang hingga kini belum menginput data rencana pengadaan barang dan jasa. Kelalaian ini dinilai fatal karena berpotensi besar menghambat seluruh tahapan pelelangan proyek pembangunan di wilayah Bumi Kasuari untuk tahun anggaran 2026.

“Per hari ini 30 Maret, baru 25 OPD yang melakukan penginputan dalam sistem aplikasi SiRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan). Itu pun persentasenya berbeda-beda, ada yang sudah 100 persen, 80, 70, bahkan ada yang baru 20 persen. Sementara 23 OPD masih 0 persen atau belum menginput data,” ujar Dominggus saat memimpin apel gabungan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (30/3/2026).

Baca juga:  Permintaan Sekolah Pagi dan Siang, Kepsek SMAN 2 Manokwari: Gurunya dari Mana?

Dominggus menyoroti ketimpangan progres antar-instansi yang dianggap menunjukkan kurangnya koordinasi dan disiplin kerja di tingkat pimpinan perangkat daerah. Dia menegaskan SiRUP adalah fondasi untuk memulai tender secara transparan dan akuntabel.

“Segera selesaikan penginputan agar proses pelelangan bisa berjalan. Jangan sampai terlambat dan berdampak pada penyerapan anggaran di akhir tahun,” tegasnya.

Keterlambatan input data ini berdampak domino pada jadwal pelelangan yang otomatis akan ikut bergeser atau molor dari target semula. Jika kondisi ini dibiarkan, pengerjaan proyek fisik di lapangan dikhawatirkan baru akan dimulai menjelang akhir tahun yang berisiko menurunkan kualitas bangunan.

Baca juga:  Akses Jalan Menuju Kantor Gubernur PB Sudah Buka

Selain masalah kualitas, lambannya proses administrasi ini juga menutup peluang bagi kontraktor lokal untuk bersaing secara sehat dalam proses lelang. Waktu pelaksanaan yang semakin sempit sering kali membuat pelaku usaha daerah kesulitan memenuhi syarat teknis pengerjaan proyek yang mepet.

Gubernur meminta seluruh kepala OPD yang masih mencatatkan angka nol persen untuk segera melakukan langkah luar biasa guna mengejar ketertinggalan tersebut. Pengawasan melekat akan dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh rencana paket pekerjaan segera diumumkan kepada publik.

Baca juga:  Peringatan HAN 2024, DP3A Papua Barat Gelar Konser Rohani Anak

Penyerapan anggaran yang rendah menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi daerah jika belanja pemerintah tidak tersalurkan tepat waktu. Disiplin administrasi dituntut menjadi napas utama bagi setiap birokrat demi menjamin keberlangsungan pembangunan di Papua Barat.

Upaya efisiensi dan transparansi belanja daerah dipastikan tidak akan tercapai maksimal selama kepatuhan terhadap sistem digital masih rendah. Pemerintah provinsi kini mengancam akan memberikan evaluasi khusus bagi pimpinan OPD yang terbukti abai terhadap tahapan krusial pengadaan ini. (LP14/red)

Latest articles

Penduduk Miskin Papua Barat Capai 98.460 Orang di Maret 2026, Terbanyak...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Jumlah penduduk miskin di Papua Barat mencapai 98.460 orang pada Maret 2026. Mayoritas penduduk miskin tersebut berada di wilayah perdesaan dengan...

More like this

Penduduk Miskin Papua Barat Capai 98.460 Orang di Maret 2026, Terbanyak di Perdesaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Jumlah penduduk miskin di Papua Barat mencapai 98.460 orang pada Maret...

Gubernur Dominggus Tinjau RSUP Papua Barat, Pastikan Perbaikan Layanan-Fasilitas Kesehatan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meninjau Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP)...

Legislator Papua Barat Sarlota Matani Dorong Perempuan Berwirausaha, Serahkan Bantuan Rp10 Juta

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota DPRP Papua Barat Fraksi Otsus Dapil Teluk Wondama, Sarlota Salomina...