Eks Kadis-Polisi Jadi Lulusan Perdana Hukum UNCRI, Rektor Ingatkan Moral

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mewisuda 50 lulusan perdana Program Studi Ilmu Hukum dari berbagai latar belakang mulai dari anggota polisi hingga mantan kepala dinas (kadis). Rektor UNCRI Prof Robert KR Hammar menekankan gelar sarjana ini membawa konsekuensi tanggung jawab moral yang besar bagi para alumni di tengah masyarakat.

“Yudisium bermakna proses akademik berakhir, namun pengabdian baru dimulai. Ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi tanggung jawab untuk menjaga integritas dan nama baik kampus,” ujar Prof Robert dalam prosesi yudisium, Rabu (25/3/2026).

Baca juga:  Airlangga Hartarto: Paulus Waterpauw Bakal Cagub Papua Barat 2024!

Prof Robert mengungkapkan rasa bangganya terhadap keberagaman 50 lulusan angkatan pertama ini. Dirinya menilai kombinasi pengalaman dari praktisi hukum di kepolisian hingga birokrat dapat membangun perspektif hukum yang lebih luas.

“Teruslah belajar karena hukum tidak pernah statis. Perubahan akan selalu terjadi, dan itu menuntut kesiapan intelektual maupun etika,” katanya.

Dia mengingatkan bahwa lulusan sarjana hukum saat ini tidak boleh hanya terpaku pada pendekatan normatif semata. Para alumni diminta peka dalam membaca dinamika sosial serta perubahan regulasi konstitusi yang bergerak sangat cepat.

Baca juga:  Kepala Inspektorat Papau Barat: Wajib Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat, Tak Ada Santai-Santai

“Semua yang dicapai hari ini bukan karena kekuatan sendiri, tetapi karena kerja sama dan saling menopang. Jangan melupakan kampus yang telah membentuk saudara,” ucapnya.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Hukum UNCRI Dr Hendrikus Renjaan menilai yudisium ini sebagai bukti pengakuan atas integritas mahasiswa. Dia menegaskan tantangan keadilan sosial di tanah Papua membutuhkan aksi nyata dari para lulusan baru tersebut.

Baca juga:  Rektor UNCRI Lepas Tim Paduan Suara ke Ajang 2nd Uncen Christmas Choir Competition di Jayapura

“Menyandang gelar sarjana hukum bukan sekadar capaian akademik, tetapi tanggung jawab moral. Dunia hukum membutuhkan lulusan yang tidak hanya paham teks, tetapi juga peka terhadap realitas sosial,” ucap Hendrikus.

Hendrikus menambahkan pada era globalisasi, lulusan dituntut untuk lebih adaptif dan tidak berpikiran sempit. Dia berharap 50 lulusan pertama ini mampu menjaga standar kualitas institusi di dunia profesional.

“Saudara bukan hanya lulusan, tetapi juga representasi kualitas institusi ini. Itu berarti standar yang harus dijaga tidak ringan,” tegasnya. (LP14/red)

Latest articles

Asap Kebakaran TPA Manokwari Ancam Kesehatan, Pemprov Papua Barat Wajibkan ASN...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemprov Papua Barat mewajibkan ASN dan non-ASN memakai masker di lingkungan kerja menyusul kebakaran TPA Manokwari. Kebijakan tersebut diterapkan karena asap...

More like this

Asap Kebakaran TPA Manokwari Ancam Kesehatan, Pemprov Papua Barat Wajibkan ASN Pakai Masker

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemprov Papua Barat mewajibkan ASN dan non-ASN memakai masker di lingkungan...

Oknum Komisioner KPU Papua Barat-Istri Orang Diamankan di Kasus Perzinaan, Diduga Hendak Hilangkan Bukti

MANOKWARI, LinkPapua.id – Oknum Komisioner KPU Papua Barat berinisial AM dan perempuan berinisial TJ...

Oknum Komisioner KPU Papua Barat-Istri Orang Lain Diamankan Polisi di Kasus Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Polisi mengamankan oknum Komisioner KPU Papua Barat berinisial AM bersama perempuan...