28.7 C
Manokwari
Minggu, Maret 22, 2026
28.7 C
Manokwari
More

    Ekspor Papua Barat Desember 2025 Naik 15,17%, Tembus US$ 313,43 Juta

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Kinerja ekspor Provinsi Papua Barat menunjukkan tren positif dengan kenaikan signifikan pada pengujung tahun 2025. Nilai perdagangan luar negeri wilayah ini melonjak hingga belasan persen dibandingkan bulan sebelumnya.

    “Ekspor Papua Barat pada Desember 2025 meningkat 15,17 persen dibandingkan November 2025, dari US313,43 juta,” tulis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan resminya, Selasa (3/2/2026).

    Komoditas bahan bakar mineral masih menjadi primadona dan penopang utama ekspor di Papua Barat. Sektor ini memberikan kontribusi yang sangat dominan terhadap total nilai pengiriman barang ke mancanegara.

    Baca juga:  BPS: Ekspor Papua Barat Anjlok 27,51% di Januari 2026

    “Bahan bakar mineral (HS27) menjadi komoditas ekspor terbesar dengan nilai US$308,34 juta atau 98,38 persen dari total ekspor,” lanjut BPS.

    Korea Selatan muncul sebagai mitra dagang paling strategis bagi Papua Barat pada periode ini. Aktivitas distribusi barang tercatat dilakukan melalui jalur laut maupun jalur udara.

    “Korea Selatan merupakan negara tujuan ekspor utama dengan nilai US$117,13 juta dan kontribusi 37,37 persen,” sebut BPS.

    “Ekspor Papua Barat pada Desember 2025 dilakukan melalui tiga pelabuhan laut dan satu pelabuhan udara,” tambahnya.

    Baca juga:  Inflasi Papua Barat Januari 2026 Tembus 5,02%, Sektor Perumahan Melonjak

    Berbeda dengan ekspor, aktivitas impor di Papua Barat juga mencatatkan lonjakan tajam dari kondisi nihil pada bulan sebelumnya. Seluruh komoditas yang didatangkan merupakan produk energi yang berasal dari satu negara mitra.

    “Impor Papua Barat pada Desember 2025 meningkat 100,00 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari tidak ada impor menjadi US$4,96 juta,” papar BPS.

    “Seluruh impor berasal dari bahan bakar mineral (HS27) senilai US$4,96 juta atau 100,00 persen,” tulisnya.

    Australia tercatat sebagai satu-satunya negara asal impor bagi Papua Barat selama bulan Desember. Meski terdapat aktivitas impor, neraca perdagangan daerah ini tetap menunjukkan performa yang sangat sehat.

    Baca juga:  Juni 2022, Bandara di Papua Barat Catat 2.285 Penerbangan

    “Australia tercatat sebagai satu-satunya negara asal impor Papua Barat,” tulis laporan tersebut.

    “Neraca perdagangan Papua Barat pada Desember 2025 mencatat surplus sebesar US$308,47 juta,” tutup BPS.

    Secara akumulatif, volume surplus perdagangan Papua Barat mencapai angka 662,39 ribu ton. Capaian ini memperkokoh posisi ekonomi Papua Barat di pasar internasional menjelang tahun anggaran baru. (*/red)

    Latest articles

    155.908 Napi-Anak Binaan Dapat Remisi Lebaran Idulfitri 2026, 1.162 Bebas

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memberikan Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana (PMP) kepada 155.908 narapidana serta anak binaan pada...

    More like this

    Pertamina Patra Niaga Tambah Kuota 1.3 Juta Liter Minyak Tanah di Wilayah Papua dan Maluku

    AMBON, Linkpapua.id-Memastikan ketersediaan minyak tanah bagi masyarakat jelang libur Idulfitri, Pertamina Patra Niaga Regional...

    OJK-PPUMI Gelar Sicantiks, Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Perempuan di Manokwari

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya...

    Sebelum Tukarkan Uang, BI Papua Barat Ingatkan Masyarakat Lakukan Pemesanan Lewat Website

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat pada Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Bank...