Gubernur Papua Barat Lepas Peserta Ziarah Islam-Kristen, Titipkan Spirit Toleransi

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melepas peserta ziarah Islam dan Kristen dari tujuh kabupaten dengan pesan khusus soal pentingnya toleransi. Dia menyebut pembangunan keagamaan adalah investasi yang menyentuh dimensi lahir, batin, material, dan spiritual.

“Pembangunan bidang keagamaan merupakan investasi penting bagi peningkatan kesejahteraan, yang mencakup dimensi lahir, batin, material, dan spiritual,” ujarnya saat pelepasan di Hotel Vitta Niu, Manokwari, Jumat (12/12/2025).

Dominggus mengatakan pelepasan ziarah ini menjadi bagian dari prioritas pembangunan keagamaan di Papua Barat. Dia menyampaikan pesan agar kerukunan tetap dijaga di tengah keberagaman umat.

Baca juga:  Pemkab Manokwari Terima Resmi Pelabuhan Marampa dari Kemenhub RI

Menurutnya, Pancasila dan UUD 1945 menjamin kebebasan beragama dan beribadah bagi seluruh warga negara. Dia juga merujuk aturan dalam UU Otonomi Khusus Papua yang menjamin setiap penduduk memeluk agama dan menjaga kerukunan antarumat.

Dia juga menekankan pembangunan keagamaan tidak hanya soal fasilitas fisik, tetapi juga penguatan harmoni sosial. Kerukunan umat menjadi fondasi penting dalam mendukung agenda pembangunan daerah.

Baca juga:  Pengurus KONI Papua Barat Dikukuhkan, Dominggus Minta Sudahi Perselisihan

Dominggus menilai agama berperan strategis dalam membentuk peradaban manusia. Pemerintah, kata dia, terus melaksanakan kebijakan untuk memperkuat pembinaan umat.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan program ziarah menjadi sarana bagi umat untuk meneguhkan iman. Ziarah juga dinilai memperdalam hubungan dengan sejarah religius masing-masing.

“Ziarah adalah perjalanan yang memurnikan diri dan menghubungkan manusia dengan iman yang dianutnya,” katanya.

Baca juga:  Pimpin Ziarah ke TMP Trikora, Pangdam Kasuari Kenang Peristiwa Ambarawa 1945

Program ziarah keagamaan 2025 ini dibiayai dari APBD Papua Barat melalui Biro Kesra. Peserta berasal dari dua agama, yakni Kristen dan Islam.

Dominggus berharap peserta membawa dampak positif setelah kembali ke daerah masing-masing. Mereka diharapkan menjadi penguat kerukunan di lingkungan tempat tinggal.

“Nilai sebuah perjalanan ziarah tampak ketika kita kembali membawa cerita indah dan pertumbuhan iman yang berdampak bagi kehidupan berbangsa, bernegara, dan berjemaat,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Polda Papua Barat Gelar Bimtek KIP, Perkuat Transparansi dan Keterbukaan Informasi...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Kepolisian Daerah Papua Barat menggelar Bimbingan Teknis KIP dan Uji Konsekuensi Informasi Yang Dikecualikan di Polda Papua Barat. Kegiatan ini diinisiasi Divisi Humas...

More like this

Polda Papua Barat Gelar Bimtek KIP, Perkuat Transparansi dan Keterbukaan Informasi Publik

MANOKWARI, Linkpapua.id-Kepolisian Daerah Papua Barat menggelar Bimbingan Teknis KIP dan Uji Konsekuensi Informasi Yang...

Haryono MK May Pimpin Pansus LKPJ Bupati Manokwari Tahun 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk...

DPRK Manokwari Bahas Hasil Monitoring LKPJ Bupati 2025, Setiap Komisi Sampaikan Rekomendasi

MANOKWARI, Linkpapua.id– DPRK Manokwari menggelar pertemuan dengan agenda penyampaian hasil monitoring terhadap Laporan Keterangan...