Ironi Guru Honorer di Manokwari, Gaji 400 ribu, Usia Hampir 35 Tahun

Published on

MANOKWARI – Puluhan tenaga guru honor mengadukan nasibnya ke DPRD Manokwari Rabu (5/8/2020).

Kedatangan para pengajar itu mengadukan nasibnya yang tidak kunjung diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka tercacat telah lama mengabdi sebagai guru honorer. Bahkan sebagian dari mereka hampir berusia 35 tahun.

Selain mengeluhkan nasibnya yang tidak kunjung diangkat jadi PNS, guru honor juga mengeluhkan besarnya gaji mereka yang dirasa tidak manusiawi.

Misalnya, ada guru PAUD yang digaji hanya 400 ribu per bulan. Menurut mereka,nilai uang tersebut sangat tidak sesuai dibanding beban pekerjaan mereka setiap bulannya.Akhirnya, ada guru yang memilih berutang guna mencukupi kebutuhan hidup mereka dalam keluarga. Mereka minta ada perhatian serius dari pemerintah daerah kab.Manokwari terkait nasib guru honorer ke depan.

Baca juga:  BKKBN Papua Barat Launching Mansinam sebagai Kampung Percontohan Keluarga Berkualitas

Wakil ketua DPRD Manokwari, Norman Tambunan usai mendengar aspirasi para guru mengaku prihatin dengan nasib para guru honor.

“Beban pekerjaan mereka sangat tidak sebanding dengan upah yang mereka terima tiap bulannya.Apakah pemda tahu atau tidak ini. Padahal para guru ini yang menciptakan generasi penerus bangsa. Pejabat-pejabat di Manokwari ini tidak akan ada seperti sekarang kalau tidak ada guru, tapi realitanya gaji mereka sangat rendah,” sesal Norman.

Baca juga:  24 September 2024 Calon Wajib Sudah Buka Rekening Dana Kampanye  

“Guru honor ini meminta agar diformasi berikutnya mereka bisa diangkat menjadi PNS. Ini karena masa pengabdian yang sudah lama dan usia yang hampir diakhir usia maksimal menjadi PNS. Untuk itu mereka datang agar bisa melanjutkannya ke kepala daerah,”lanjut Norman.

Pada kesempatan itu pula Norman meminta agar para guru honor di Manokwari agar segera mengumpulkan data sebagai dasar bagi DPRD Manokwari memanggil OPD terkait dan pimpinan daerah. Pasalnya dalam tes CPNS lalu banyak formasi-formasi yang dibutuhkan di lapangan namun tidak masuk dalam formasi penerimaan CPNS.

Baca juga:  Semangat Kemerdekaan, Koramil 1801-01/Kota Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih

“Sesuai dengan pernyataan Menpan bahwa terdapat 3 kategori yang akan diprioritaskan untuk diangkat menjadi PND sampai tahun 2023, yaitu tenaga honorer, K2 dan honorer pendidikan/kesehatan. Ini perlu jadi perhatian bagi kepala daerah,”pungkas Norman.(LPB3/Red)

Latest articles

Susun RKPD 2027, Bupati Mansel Minta OPD Sinkronkan Visi-Misi RPJMD

0
MANSEL, LinkPapua.id - Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Bernard Mandacan memerintahkan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) menyelaraskan rencana kerja dengan visi-misi RPJMD 2025-2029. Langkah...

More like this

Antusias Tinggi, Ganeta Battle of Schools di Manokwari Masuki Hari Ketiga

MANOKWARI, Linkpapua.id-Penyelenggaraan Ganeta Battle of Schools tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Manokwari memasuki...

Gubernur Papua Barat Kukuhkan Basuki Ari sebagai Kepala BKN Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengukuhkan Basuki Ari Wicaksono sebagai Kepala...

Bupati Hermus Serahkan LKPD 2025 ke BPK RI, Siap Diperiksa 60 Hari

MANOKWARI, Linkpapua.id– Bupati Manokwari, Hermus Indou, secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)...