MANOKWARI, LinkPapua.id – Asriman (35) menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit dr Azhar Zahri, Manokwari, Papua Barat, dengan memanfaatkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dia mengaku terbantu karena dapat menjalani rangkaian pelayanan kesehatan tanpa biaya dan proses administrasi yang menurutnya tidak ribet.
Asriman awalnya memeriksakan kondisi kesehatannya setelah nyeri pada bagian perut semakin mengganggu. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan dia mengalami usus buntu dan membutuhkan tindakan operasi.
“Awalnya perut saya terasa nyeri. Setelah saya melakukan pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa saya mengalami usus buntu dan harus menjalani operasi malam itu. Saya merasa terbantu karena operasi saya bisa menggunakan JKN dan prosesnya tidak ribet,” ujar Asriman, Selasa (29/9/2026).
Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN), Asriman dapat menggunakan kepesertaannya untuk menjalani pelayanan kesehatan. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan, penanganan dokter, operasi hingga perawatan pascaoperasi.
Sebelum operasi, Asriman mendapat penjelasan dokter mengenai kondisi kesehatan dan tahapan penanganan yang akan dijalani. Penjelasan tersebut membuatnya lebih tenang menghadapi tindakan medis.
Selama menjalani perawatan, dokter dan perawat memberikan pelayanan sebelum hingga setelah operasi. Tenaga kesehatan juga menjelaskan kondisi kesehatan serta proses pemulihan yang harus dilakukan.
“Sebelum saya menjalani operasi dan setelah operasi, dokter dan perawat memberikan pelayanan dengan baik. Mereka juga menjelaskan kepada saya terkait kondisi saya dan tindakan lanjutan yang perlu saya lakukan,” katanya.
Asriman juga merasakan kemudahan dalam proses administrasi selama menjalani perawatan. Dia mengatakan tidak mengeluarkan biaya untuk tindakan operasi yang dijalaninya menggunakan JKN.
“Saya merasa terbantu dalam proses operasi karena menggunakan JKN dan tidak ada biaya yang saya keluarkan. Menurut saya, BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat seperti saya, terutama ketika membutuhkan pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Asriman berharap program JKN terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Dia juga berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya memiliki kepesertaan JKN yang aktif.
“Saya berharap program JKN terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang mengetahui manfaatnya. Karena kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan,” ucapnya.
Asriman menilai kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan dapat datang sewaktu-waktu sehingga kepesertaan JKN perlu diperhatikan. Dia juga mengajak masyarakat tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan kesehatan yang membutuhkan penanganan.
Pengalaman Asriman menjadi salah satu gambaran pemanfaatan program JKN dalam mengakses pelayanan kesehatan. Peserta dengan kepesertaan JKN aktif dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis dan prosedur yang berlaku. (LP14/red)
