Kukuhkan Lembaga Keagamaan, Waterpauw Harap Hidupkan Moderasi Beragama

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com– Pj Gubernur Paulus Waterpauw mengukuhkan lembaga-lembaga keagamaan di lingkup Provinsi Ppaua Barat, Sabtu (28/10/2023). Waterpauw berharap hadirnya lembaga keagamaan ini akan memperkaya moderasi beragama.

Lembaga keagamaan yang dikukuhkan antara lain Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (LP3KD), Lembaga Pengembagan Dharma Gita (LPDG) dan Lembaga Pengembangan Tripitka (LPTG).

Menurut Waterpauw, berkumpulnya para tokoh dari berbagai agama hari ini mencerminkan bahwa kebersamaan dan harmonisasi di Papua Barat dalam iklim yang sehat.

“Tentunya kondisi ini merupakan salah satu faktor penting bagi terwujudnya tolentasi umat beragma dan kondusivitas daerah yang merupakan kebutuhan kita semua. Bukan saja di Papua Barat tetapi di seluruh wilayah Nagara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai. Dan saya kira inilah hal yang paling mendasar dari tujuan kita mengamalkan ajaran agama, yaitu untuk mencapai kebahagian hidup, dari dunia sampai ke alam baka nantinya,” jelas Waterpauw.

Baca juga:  Tak Terima Lagi Proposal, Waterpauw Ingin Dana Otsus Fokus Infrastruktur-Kesehatan

Warerpauw berpesan, Kanwil Kementerian Agama dan instansi terkait lainnya agar secara rutin melakukan silaturrahmi, komunikasi,dan interaksi dengan lembaga keagamaan ini. Menurutnya, itu penting agar terjalin interaksi yang akhirnya akan memperkuat moderasi beragama

Baca juga:  Sosialisasi di Kalangan Pelajar, PKK Papua Barat-Bintuni Angkat Isu Pernikahan Dini

“Ingin pula saya tegaskan bahwa FKUB, LP3KD, LPDG, LPTG, ini bukan dibentuk oleh pemerintah, tetapi dibentuk oleh masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah. Sebab umat beragama bukanlah objek, tetapi menjadi subjek atau pelaku utama dalam upaya memelihara kerukunan nasional,” ujar Waterpauw.

Berkenaan dengan pesta demokrasi tahun depan, Waterpauw berharap para pimpinan agama ikut bertanggung jawab menjaga kedamaian. Kata Waterpauw, perbedaan-perbedaan yang ada di antara umat hendaknya mampu dirajut untuk dijadikan potensi dalam membangun daerah dan bangsa ke depan.

Baca juga:  Plt Sekda PB Respons Instruksi Ali Baham: Fokus Blusukan, Jamin Anggaran KPU-Bawaslu

“Kita tidak boleh larut dalam situasi yang membesar-besarkan dan mempermasalahkan perbedaan. Sebab masih banyak masalah bangsa yang perlu mendapat perhatian dan kepedulian kita semua,” katanya.

Waterpauw juga mengingatkan, meningkatkan moderasi beragama dapat menjadi penengah dalam masyarakat. Agar masyarakat tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya.

“Karena itu harapan kita pengukuhan dan perkumpulan para pimpinan, pengurus dan tokoh agama diharapkan dapat mendorong terwujudnya toleransi antar umat beragama dan menjaga kondusifitas daerah,” imbuh Waterpauw. (LP1/red)

Latest articles

Papua Barat Kerja Sama Lintas Provinsi Kendalikan Malaria di Perbatasan

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memperkuat kerja sama lintas provinsi dengan Papua Barat Daya untuk mengendalikan penyebaran malaria di wilayah perbatasan....

More like this

Papua Barat Kerja Sama Lintas Provinsi Kendalikan Malaria di Perbatasan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memperkuat kerja sama lintas provinsi dengan...

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,16% di Triwulan III 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Provinsi Papua Barat tumbuh 3,16% pada triwulan III 2026 dibandingkan...

Gubernur Papua Barat Pimpin Kerja Bakti Massal di Mansinam, Siap Sambut 2.000 Peserta Kongsin XII

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memimpin kerja bakti massal di Pulau...