MANOKWARI, LinkPapua.id – LP3KD Papua Barat membentuk panitia pelaksanaan Pesparani Katolik IV yang akan dipusatkan di Kabupaten Teluk Bintuni. Langkah ini dilakukan untuk mematangkan persiapan teknis dan anggaran menjelang gelaran akbar tingkat provinsi tersebut.
“Bintuni sebagai tuan rumah Pesparani Katolik IV tingkat Papua Barat telah disepakati bersama Bupati Bintuni setelah pelantikan LP3KD Bintuni tahun lalu, dengan waktu pelaksanaan yang masih bersifat tentatif antara tanggal 1 hingga 4 Juni, sebelum hari ulang tahun untuk memudahkan pengaturan akomodasi,” ujar Ketua LP3KD Papua Barat, Roberth KR Hammar, Sabtu (31/1/2026).
Rapat pembentukan panitia ini dipimpin langsung oleh Roberth bersama jajaran pengurus di Manokwari. Selain pembentukan struktur panitia, agenda utama rapat meliputi penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) serta jadwal teknis kegiatan.
“Kita akan fokuskan pada 4 mata lomba yang memiliki potensi tinggi, seperti paduan suara anak, OMK, dan paduan suara campuran, serta bertutur kitab suci. Untuk yang lolos ke tingkat nasional, provinsi akan melakukan pembinaan langsung karena nilai yang dibutuhkan harus mencapai 95 agar bisa bersaing dan meraih champion,” katanya.
Terdapat 13 kategori lomba yang akan dipertandingkan, mulai dari cerdas cermat hingga paduan suara gregorian. Panitia menargetkan delegasi Papua Barat dapat berbicara banyak di level nasional setelah mengevaluasi capaian tahun lalu.
“Kami harapkan dukungan umat Katolik serta pemerintah daerah agar Pelaksanaan Pesparani Katolik IV Tingkat Papua Barat dapat berjalan dengan baik sehingga pada tingkat Nasional tahun 2027 di Provinsi Sulawesi Utara hasil champion dapat diraih,” jelas Roberth.
Lokasi perlombaan rencananya akan menggunakan Gedung Serba Guna Bintuni untuk acara pembukaan dan penutupan. Sementara itu, sejumlah aula instansi dan gereja di dalam kota Bintuni akan disulap menjadi venue lomba.
Roberth berpesan agar tujuh kabupaten di Papua Barat berpartisipasi sesuai dengan keunggulan dan kemampuan finansial masing-masing daerah. Dia menekankan pentingnya seleksi yang objektif demi mengirimkan peserta dengan kualitas terbaik. (LP2/red)















