MANOKWARI, LinkPapua.id – Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat Melkias Werinussa resmi memasuki masa purnatugas dari kedinasan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggelar upacara pelepasan untuk menghormati rekam jejak dedikasi sang pejabat selama puluhan tahun melayani masyarakat.
“Sepanjang bekerja dengan baik dan melayani masyarakat, maka akan selalu diingat. Pengabdian yang sudah dilakukan tidak akan dilupakan dan akan selalu dikenang dalam pemerintahan,” ujar Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat pelepasan Melkias di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (15/6/2026).

Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk merealisasikan salah satu gagasan infrastruktur peninggalan Melkias. Anggaran tersebut ditujukan untuk pembangunan lapangan tenis indoor di kawasan dekat Pengadilan Tinggi sebagai fasilitas penunjang Kantor Gubernur.
“Jabatan Asisten II adalah tugas yang berat sehingga harus benar-benar diisi oleh orang yang tepat,” kata Dominggus.
Sementara itu, Wakil Gubernur Mohamad Lakotani meminta seluruh pegawai aktif menjadikan integritas Melkias sebagai barometer kerja. Menurutnya, kedisiplinan tinggi menjadi faktor penentu keberhasilan seorang birokrat dalam menuntaskan karier kedinasan secara terhormat.
“Pak Melkias membuktikan bahwa disiplin dan pengabdian akan mengantarkan seseorang memasuki masa pensiun dengan penuh penghormatan. Ini menjadi teladan bagi ASN lainnya,” ucapnya.
Lakotani mengagumi kepatuhan sang asisten dalam mengeksekusi kebijakan pimpinan daerah tanpa hambatan. Loyalitas total tersebut dipandang sebagai warisan nilai penting yang patut ditiru oleh generasi penerus birokrasi di Papua Barat.
“Bisa sampai pada titik ini adalah perjalanan yang luar biasa. Kita semua pada akhirnya akan sampai pada masa ini jika Tuhan memberikan kesehatan dan kesempatan,” lanjutnya.
Dia menambahkan, karakter kepemimpinan Melkias sangat teoretis sekaligus praktis di lapangan. Seluruh instruksi strategis diselesaikan secara cepat untuk menjaga ritme kerja pemerintahan tetap akuntabel.
“Kalau perintah sudah turun, beliau kerjakan tanpa mengeluh. Ini bukti kesetiaan seorang ASN dan bentuk pengabdian kepada masyarakat,” tutur Lakotani.
Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere mengenang konsistensi rekam jejak Melkias sejak awal meniti karier di Kabupaten Fakfak. Dedikasi tersebut bertahan tanpa cela hingga akhirnya memasuki gerbang pensiun di ibu kota provinsi.
“Hari ini kita berkumpul bukan untuk melepas, tetapi untuk menghormati perjalanan pengabdian yang telah dijalani,” terangnya.
Ali Baham menganggap kelulusan tugas di usia kepala enam sebagai prestasi langka yang wajib disyukuri. Dia menyebut banyak rekan seangkatan gugur atau wafat sebelum sempat mencicipi masa purnabakti.
“Dari muda hingga rambut memutih, jabatan yang diemban dijalankan dengan baik. Inilah ASN yang patut diteladani,” ungkapnya.
Dia menegaskan capaian tersebut harus dimaknai sebagai momentum refleksi bagi ribuan staf yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah. Penghormatan birokrasi tertinggi hanya diberikan kepada figur yang lurus dalam mengelola amanah publik.
“Mencapai usia 60 tahun bukan sekadar pensiun, tetapi sebuah anugerah. Banyak teman seangkatan yang lebih dahulu dipanggil Tuhan,” imbuhnya. (LP14/red)








