Papua Barat Pastikan Stok Pangan Aman untuk Ramadhan dan Idul Fitri

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman selama bulan Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri. Kendati demikian, inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor bahan pangan disiapkan untuk mengantisipasi kelangkaan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat, Lasarus Ullo, mengungkapkan bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan menggelar rapat guna membahas agenda sidak yang akan dilakukan di sejumlah pasar di Manokwari.

“Nantinya tim pengendali inflasi akan turun ke lapangan guna memastikan ketersediaan bahan makanan selama Ramadhan dan menjelang hari raya. Sidak akan dilakukan di Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi,” ujar Ullo usai mengikuti apel di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (3/3/2025).

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Mulai Bongkar Bangunan untuk Pelebaran Jalan di Manokwari

Selain menyasar pasar, TPID juga akan mengecek stok pangan di gudang Bulog serta sejumlah distributor di Manokwari. Berdasarkan hasil sidak sebelumnya, stok pangan masih mencukupi hingga enam bulan ke depan.

“Ketersediaan pangan dari Bulog dan distributor mengatakan bahwa stok bahan pangan masih mencukupi dan dalam kondisi aman selama beberapa bulan ke depan. Namun, nantinya tim akan kembali melakukan sidak guna memastikan dengan pasti stok ketersediaan pangan di bulan Ramadhan ini,” jelasnya.

Baca juga:  Wartawan Papua Barat Belajar AI, PWI Pusat: Jangan Kalah dari Mesin!

Meski secara umum stok pangan dinyatakan aman, Ullo mengkhawatirkan kelangkaan beberapa komoditas, seperti cabai dan tomat. Dia menduga ada permainan harga di tingkat pengumpul atau tengkulak yang menyebabkan kelangkaan di pasar, meskipun harga di tingkat petani tidak mengalami perubahan signifikan.

“Ada permainan dari pengumpul-pengumpul atau tengkulak bahan makanan yang mempermainkan harga di pasar demi mendapatkan keuntungan,” ucapnya.

Selain itu, Ullo juga mewaspadai potensi kelangkaan daging sapi dan ayam. Menurutnya, pemerintah saat ini mengalami kendala dalam mendatangkan ayam Day Old Chick (DOC) dari luar daerah. Namun, dia berharap stok ayam kampung yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

Baca juga:  Raih WTP, Pj Gubernur Papua Barat Instruksikan OPD Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK

“Sementara, untuk ikan, yang terjadi adalah demi mendapatkan keuntungan nelayan lebih memilih menjual ikan yang mereka peroleh ke daerah lain. Hal inilah yang mengakibatkan kelangkaan ikan,” bebernya.

Untuk mengatasi hal tersebut, TPID telah berkoordinasi dengan para nelayan dan distributor agar lebih mengutamakan distribusi ikan di Manokwari guna mencegah potensi kelangkaan. (LP14/red)

Latest articles

Papua Barat Kerja Sama Lintas Provinsi Kendalikan Malaria di Perbatasan

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memperkuat kerja sama lintas provinsi dengan Papua Barat Daya untuk mengendalikan penyebaran malaria di wilayah perbatasan....

More like this

Papua Barat Kerja Sama Lintas Provinsi Kendalikan Malaria di Perbatasan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memperkuat kerja sama lintas provinsi dengan...

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,16% di Triwulan III 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Provinsi Papua Barat tumbuh 3,16% pada triwulan III 2026 dibandingkan...

Gubernur Papua Barat Pimpin Kerja Bakti Massal di Mansinam, Siap Sambut 2.000 Peserta Kongsin XII

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memimpin kerja bakti massal di Pulau...