Para Kepala Daerah Papua Barat di Pusaran Korupsi, Bisakah Tuntas?

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Sejumlah kepala daerah di Papua Barat terseret dalam dugaan korupsi. Ditreskrimsus Polda Papua Barat tengah diuji. Bisakah sengkarut hukum ini tuntas?

Dalam catatan redaksi, sepanjang 2021, penyidik Polda Papua Barat telah memeriksa sejumlah bupati di Papua Barat. Yang terbaru adalah Bupati Sorong Selatan, Samsudi  Anggiluli.

Samsudi diperiksa dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah Yayasan Tipari. Dana hibah ini diduga mengalir sejak 2017 hingga 2019.

“Benar. Saat ini Ditreskrimsus Polda Papua Barat sedang menangani perkara penyalahgunaan dana hibah Yayasan Tipari. Masih tahap penyelidikan. SA (Bupati Sorong Selatan) diperiksa sebagai saksi,” terang Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi, Senin (6/12/2021).

Baca juga:  Sejak Penerapan ETLE, Ditlantas Polda Papua Barat Sebut Angka Pelanggaran Menurun

Apa Kabar Dugaan Korupsi Bupati Fakfak?

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Fakfak, Untung Tamsil menjadi sorotan publik. Satu bulan usai dia dilantik, Untung diperiksa penyidik polda.

Untung Tamsil diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Fakfak. Ia diduga terseret dugaan Korupsi berdasarkan pengaduan masyarakat (dumas).

Baca juga:  9 Tim Siap Tampil di Liga 4 Papua Barat, Dibuka 31 Maret oleh Gubernur

Tamsil kemudian memenuhi panggilan penyidik pada Senin (31/5/2021) silam, tepat 1 bulan pasca ia dilantik. Tak hanya Untung, 20 orang juga turut diperiksa oleh penyidik.

Prestasi di Bidang Pemberantasan Korupsi Nihil

Berdasarkan catatan, Polda Papua Barat melalui Direktorat Tindak Pidana Korupsi di 2021 hanya melimpahkan 2 kasus Tipikor ke Kejaksaan Tinggi PB sebagai lanjutan proses menuju pengadilan.

Dua kasus tersebut di antaranya dugaan korupsi pemberian dana hibah untuk pengelolaan situs Pulau Mansinam Tahun 2017 dan 2018 sebesar Rp9 miliar. Dalam kasus ini terdapat kerugian negara senilai Rp5,5 miliar berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Baca juga:  BMP2I Harap Kapolda PB Johnny Edizon Atensi Pemberantasan Miras dan Prostitusi Online

Sementara kasus lain yakni pemberian dana hibah pembangunan Gereja Alfa Omega di Sorong yang diduga fiktif. Kasus lama yang bergulir sejak Direktur Kriminal Khusus dijabat oleh Kombes Pol Budi Santoso baru dinaikkan ke jaksa November 2021 lalu. (LP2/Red)

Latest articles

76 Aksi KKB di Papua Pegunungan Januari-September 2026, 29 Korban Tewas

0
JAYAWIJAYA, LinkPapua.id - Sebanyak 29 orang tewas dalam rangkaian gangguan keamanan yang melibatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan sepanjang Januari-September 2026. Polda...

More like this

Patrick Meyer Dorong Penguatan Anggaran Perumda Minyei Arfak

MANOKWARI, Linkpapua.id-Anggota Komisi II DPRK Manokwari Patrick Y. Meyer mendorong Pemerintah Kabupaten Manokwari memberikan...

Pesta Sinoli-Torang Locavore Jadi Strategi BI Perkuat Pengendalian Inflasi Papua Barat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat terus mendorong penguatan pengendalian inflasi...

KPK Ungkap Dana Operasional Fiktif Era Gubernur Papua Lukas Enembe Capai Triliunan

JAKARTA, LinkPapua.id – KPK mengungkap dugaan pencairan fiktif dana operasional Gubernur Papua Lukas Enembe...