25.9 C
Manokwari
Jumat, Maret 27, 2026
25.9 C
Manokwari
More

    Petani Bintuni Mulai Panen Padi Program 100 Ha, Produksi Tembus 4,34 Ton/Ha

    Published on

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Petani di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, mulai memanen padi dari program unggulan 100 hektare yang dicanangkan Bupati-Wakil Bupati Yohanis Manibuy dan Joko Lingara. Hasil panen perdana ini bahkan mencapai 4,34 ton per hektare.

    Panen raya ditandai dengan pemotongan padi di Kampung Banjar Ausoy SP 4, Distrik Menimeri, Sabtu (13/9/2025). Acara ini dipimpin langsung Plt Sekda Teluk Bintuni Frans Nikolas Awak.

    Ketua panitia panen raya 100 hektare padi sawah Ivang A Manibuy menjelaskan program ini resmi diluncurkan pada 17 Maret 2025. Pengembangan tanaman padi dilaksanakan selama lima bulan, mulai Juni hingga November 2025.

    Baca juga:  Parade Truk Budaya Meriahkan HUT Ke-22 Teluk Bintuni, Tampilkan Kekayaan 7 Suku

    “Program pengembangan tanaman padi seluas 100 hektare merupakan salah satu dari program prioritas 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Yohanis Manibuy-Joko Lingara,” kata Ivang yang juga Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian.

    Berdasarkan survei lapangan menggunakan drone, luas tanam padi sampai Agustus 2025 tercatat 96,39 hektare atau 96,39 persen dari target. Saat ini, sekitar 4,75 hektare sudah dipanen dengan hasil bervariasi antara 2,5 hingga 4,34 ton per hektare.

    Untuk mendukung program ini, pemerintah memberikan bantuan tunai Rp11,29 juta per hektare. Dana bantuan dari APBD 2025 itu ditransfer langsung ke rekening kelompok tani penerima.

    Baca juga:  Usai Pemeriksaan Kesehatan, Manibuy Sebut Peningkatan Pelayanan Kesehatan jadi Perhatian Penting

    Dana tersebut dipakai untuk pembukaan lahan, pengolahan tanah, penanaman, hingga pembelian pupuk dan obat-obatan. Total lahan tersebar di Distrik Manimeri 67 hektare, Tuhiba 18 hektare, Tembuni 6,75 hektare, dan Mayado 8,25 hektare.

    Jenis padi yang ditanam cukup beragam, mulai dari varietas M70, Ciherang, Impari 30, hingga Mekongga. Penanaman tidak dilakukan serentak sehingga usia panen tiap sawah berbeda.

    “Penanaman padi tidak dilakukan secara serentak, sehingga umur panen pun tidak sama. Seperti yang kita lihat sama-sama, ada tanaman yang sudah siap dipanen tetapi ada juga tanaman yang masih hijau,” jelas Ivang.

    Baca juga:  Buntut Sengketa Dana Kompensasi, 3 Distrik Keluar dari Suku Sebyar

    Meski demikian, petani masih menghadapi serangan hama akibat perubahan iklim. Beberapa hama yang menyerang antara lain jamur, sundep, penggulung daun, penggerek batang, dan wereng cokelat.

    Tingginya serangan hama berdampak pada turunnya hasil panen hingga 100 persen. Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Pertanian akan membentuk Brigade Pengendalian OPT dan mengaktifkan kembali Regu Pengendalian Hama dan Penyakit. (LP5/red)

    Latest articles

    Musda II PWKI Papua Barat, Bupati Manokwari Tekankan Peran Perempuan dalam...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi perempuan menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) II Perkumpulan Wanita Kristen Indonesia...

    More like this

    Musda II PWKI Papua Barat, Bupati Manokwari Tekankan Peran Perempuan dalam Pembangunan

    MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi...

    Yudisium Perdana, 50 Lulusan Fakultas Hukum Uncri Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mewisuda 50 lulusan Program Studi Ilmu Hukum...

    Mugiyono Ajak Warga Maknai Idulfitri dengan Saling Memaafkan dan Kesederhanaan

    ‎MANOKWARI, Linkpapua.id- Dalam momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengajak...