Protes Dualisme Jabatan, Kantor Dinkes Pegunungan Arfak Digembok

Published on

PEGAF, LinkPapua.id – Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat, digembok sebagai bentuk protes atas dualisme jabatan kepala dinas. Aksi itu dilakukan untuk meminta perhatian Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Bupati Pegaf Dominggus Saiba agar segera turun tangan.

“Dua gembok itu bukan pemalangan, tetapi kami pasang sebagai simbol karena ada dua kepala dinas di Dinas Kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pegaf, Andarius Saroi, Kamis (9/10/2025).

Baca juga:  Pilkada Papua Barat 2024: KPU Usulkan Anggaran Rp285 Miliar, Bawaslu Rp90 Miliar, dan Polda Rp70 Miliar

Andarius mengaku dirinya merupakan kepala dinas definitif yang telah menjabat selama tujuh bulan. Namun, dia merasa tidak diakui karena muncul penunjukan pejabat pelaksana tugas (Plt) kepala dinas oleh pemerintah daerah.

“Ada dua kepemimpinan, yaitu ada Plt dan kepala dinas definitif,” ujarnya.

Menurut Andarius, pemasangan gembok itu bukan untuk menghalangi pelayanan, melainkan simbol protes agar ada solusi atas kisruh kepemimpinan di instansinya. Ia menilai kondisi ini perlu segera dimediasi oleh pimpinan daerah.

Baca juga:  Kapolres Teluk Bintuni: Nilai-nilai Maulid Harus Jadi Spirit dalam Tugas

“Kami minta Gubernur Papua Barat agar turun menyelesaikan masalah dualisme kepala Dinas Kesehatan di Pegunungan Arfak,” tuturnya.

Andarius menyebut telah menempuh berbagai langkah untuk mencari keadilan. Ia mengaku sudah melapor ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Region XIV, Ombudsman Papua Barat, hingga Bupati Pegaf.

“Dualisme ini menyebabkan program kerja tahun ini tidak maksimal dijalankan, bahkan berpotensi terdapat kelangkaan obat-obatan karena stok obat telah habis,” beber Andarius.

Baca juga:  Hasil Pleno Penghitungan Suara Dapil 2 Bintuni: NasDem Kalahkan Golkar

Dia memperingatkan kondisi itu bisa berdampak besar terhadap layanan kesehatan di 10 distrik dan ratusan kampung di Pegaf. Ia juga menyinggung belum adanya realisasi anggaran di tengah tahun anggaran yang hampir berakhir.

“Soal anggaran sampai saat ini belum tersentuh, sementara beberapa bulan ke depan sudah memasuki akhir pertanggungjawaban anggaran tahun 2025,” bebernya.

LinkPapua.id mengonfirmasi Bupati Pegaf Dominggus Saiba mengenai hal ini. Namun, Saiba belum memberikan keterangan. (*/red)

 

Latest articles

Pemprov Papua Barat Target Raih Opini WTP, Komitmen Selesaikan Temuan BPK

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menargetkan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan keuangan daerah. Pemprov memastikan seluruh temuan Badan...

More like this

BKPP Teluk Bintuni Serahkan 100 Peserta Latsar ke Brigif 26/Gurana Piarawaimo

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni,...

Khawatir Biaya Operasi Mahal, Lansia di Manokwari Bernapas Lega Berkat JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang lansia bernama Tabita (60) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, kini...

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kebakaran di Jayapura

JAYAPURA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat Dok 08 Jayapura...