25.9 C
Manokwari
Selasa, Februari 10, 2026
25.9 C
Manokwari
More

    Reses ke Membey, Ketua DPR Papua Barat Soroti Akses Transportasi

    Published on

    MANOKWARI, Linkpapua.com – Sebagai akses penting untuk transportasi, jalan dan jembatan seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah. Namun, faktanya akses transportasi menuju Distrik Membey di Pegunungan Arfak kondisinya sangat memprihatinkan.

    Hal ini terlihat saat reses Ketua DPR Papua Barat ke wilayah itu, Jumat (25/2/2022).

    “Memang di masa reses ini kita harus turun langsung ke masyarakat untuk mendengar apa yang menjadi aspirasi mereka. Untuk Distrik Membey yang menjadi perhatian saya adalah akses jalan dan jembatan,” ujar Ketua DPR Papua Barat Origenes Wonggor.

    Baca juga:  Konferensi V PWI Sorong Raya, LJ: Pers Ujung Tombak Informasi

    Menurut Wonggor, kondisi jalan di Distrik Membey sangat memprihatinkan. Terlihat sekali belum pernah dilakukan perbaikan.

    “Di beberapa titik masyarakat yang berinisiatif untuk perbaiki jalan itu. Ini harus jadi perhatian,” katanya.

    Disampaikannya, harus ada pembagian dalam melakukan pembangunan antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Dengan begitu, sarana transportasi yang vital tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

    Selain kondisi jalan yang rusak, hal itu juga diperparah dengan minimnya fasilitas jembatan ke arah distrik Membey. Kendaraan yang dari dan menuju distrik tersebut harus melewati kali tanpa jembatan yang memiliki arus cukup deras.

    Baca juga:  Perjuangan Guru SD di Kampung Inggramhim, Mengajar 36 Siswa dari 6 Kelas dalam 1 Ruangan

    “Jembatan di sini juga harus menjadi perhatian karena jembatan permanen yang dibuat pemerintah belum juga rampung. Tentu dengan tidak ada jembatan maka mau atau tidak kendaraan yang ke arah Membey maupun dari Membey harus turun lewat kali,” jelasnya.

    Baca juga:  Ketua DPR PB Bagi-bagi Paket Bama di Manokwari dan Pegaf

    Kondisi itu sangat mengganggu perjalanan. Apalagi jika terjadi banjir maka aksesnya akan terputus sehingga masyarakat harus memilih jalur lain yang kondisinya juga sulit dan berbahaya.

    “Padahal mobilitas warga cukup tinggi karena distrik ini juga menjadi pintu masuk ke Pegunungan Arfak dari Manokwari Selatan,” ungkap politisi Golkar tersebut.

    Dia mengatakan dengan reses tersebut maka hasilnya akan diusulkan di musrenbang tingkat provinsi pada Maret mendatang. Sehingga itu dapat menjadi perhatian pemerintah. (LP3/Red)

    Latest articles

    Bantu UMKM Maybrat, OJK Dorong Warga Gunakan Akses Pembiayaan Formal

    0
    MAYBRAT, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya mendorong pelaku UMKM di Kabupaten Maybrat untuk beralih ke lembaga keuangan...

    More like this

    Bantu UMKM Maybrat, OJK Dorong Warga Gunakan Akses Pembiayaan Formal

    MAYBRAT, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya mendorong...

    Masyarakat Adat Pasang Sasi di Kapal Seismik Fakfak, Operasi Migas Terhenti

    FAKFAK, LinkPapua.id - Masyarakat adat petuanan Raja Arguni di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, melakukan...

    Anggota DPR RI Cheroline Sosialisasi 4 Pilar ke Pelajar Manokwari, Tekankan Cegah Bullying

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggota DPR RI Cheroline Chrisye Makalew menekankan pencegahan bullying saat menyosialisasikan...