28.1 C
Manokwari
Senin, Februari 9, 2026
28.1 C
Manokwari
More

    Ketua DPR Papua Barat Desak Pembangunan Kantor Baru Masuk Program Prioritas Daerah

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.com – Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, mendesak agar pembangunan kantor baru DPRPB masuk dalam program prioritas pembangunan daerah Provinsi Papua Barat. Dia menegaskan bahwa gedung baru yang representatif merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda pada periode 2024–2029.

    “Selama ini (periode 2019-2024), sudah lima tahun. Kali ini periode 2024-2029, ini sudah berjalan hampir memasuki hampir satu semester. Sudah lebih dari lima tahun kita melaksanakan tugas tanpa adanya kantor yang representatif,” ujar Wonggor, Senin (21/4/2025).

    Baca juga:  Wonggor Blak-blakan Sebut Waterpauw - Dominggus Calon Gubernur Terkuat

    Dia menilai, ketiadaan kantor permanen menjadi hambatan serius dalam menunjang aktivitas kelembagaan, seperti rapat maupun sidang dewan. Hingga kini, berbagai pertemuan DPR Papua Barat yang melibatkan lebih dari 10 orang masih harus dilangsungkan di hotel karena keterbatasan fasilitas kantor sementara yang berstatus pinjam di kompleks perkantoran Arfai.

    Baca juga:  Posko Induk Tim Pemenangan Gabriel-Lukman Resmi Terbentuk di Sorong   Gabriel: Saya tak Kejar Kekuasaan, Saya Ingin Melayani Rakyat

    “Lebih dari lima tahun ini kita selalu laksanakan pertemuan (rapat) di hotel. Untuk periode 2024-2029 ini mau tidak mau, suka tidak suka, harus sudah memulai melanjutkan tahapan kantor DPR Papua Barat yang sudah ada,” katanya.

    Wonggor juga mendorong agar pembangunan bisa dimulai dengan melanjutkan proses peletakan batu pertama yang sempat dilakukan oleh Gubernur Dominggus Mandacan di akhir masa jabatan periode sebelumnya. Lokasi tersebut berada di Distrik Manokwari Selatan, tidak jauh dari kawasan perkantoran gubernur.

    Baca juga:  Pembahasan Raperdasus MRP-PB Paling Lambat Oktober, Hammar : Sebelum Disetujui Harus Uji Publik

    Dia menekankan bahwa proses pembangunan harus segera dilanjutkan pada tahun anggaran 2025, baik melalui APBD perubahan maupun APBD induk 2026.

    “Lokasi kantor bisa yang sudah ada atau lokasi baru juga bisa, tetapi harus berada di wilayah Manokwari Selatan. Kita harus tetap memulai proses pembangunannya di tahun ini,” ucapnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Simposium Flora Malesiana, Masyarakat Adat Disebut Kunci Jaga Iklim di Papua

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Masyarakat adat memiliki peran paling strategis sebagai garda terdepan dalam melindungi benteng hijau terakhir di tanah Papua dari ancaman perubahan iklim....

    More like this

    Simposium Flora Malesiana, Masyarakat Adat Disebut Kunci Jaga Iklim di Papua

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Masyarakat adat memiliki peran paling strategis sebagai garda terdepan dalam melindungi...

    16 Negara Ikuti Simposium Flora Malesiana di Manokwari, Bahas Solusi Iklim-Pangan

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Simposium Internasional Flora Malesiana ke-12 dan Konferensi Solusi Iklim Berbasis Alam...

    Gubernur Papua Barat Bicara Solusi Iklim Berbasis Alam di Simposium Flora Malesiana

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mewanti-wanti agar pembangunan daerah tidak mengabaikan...