MANOKWARI, LinkPapua.id – Ns Winarti terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Himpunan Perawat Critical Care Indonesia (Hipercci) Papua Barat periode 2025-2030. Ia terpilih dalam Kongres I Hipercci Papua Barat yang digelar di Aula RS Papua Barat, Manokwari, Sabtu (18/10/2025).
“Harapannya Ns Winarti bisa memegang amanah dan tanggung jawab serta meningkatkan kompetensi dan pelayanan perawatan ruangan ICU di Provinsi Papua Barat sehingga output pelayanan lebih maksimal,” kata Ketua Umum Hipercci Indonesia Agus Haryanto.
Agus mengatakan, organisasi profesi ini memiliki peran penting dalam peningkatan kapasitas tenaga perawat ICU di daerah. Ia menyebut terbentuknya Hipercci Papua Barat menandai provinsi ke-31 yang memiliki kepengurusan mandiri.
“Kompetensi perawat di Papua Barat ini sudah standar sehingga adanya organisasi profesi ini dapat meningkatkan kualitas. Tantangan ke depan cukup berat sehingga kalau tidak ditingkatkan, kompetensi kita makin tertinggal,” ujarnya.
Ketua terpilih Hipercci Papua Barat Ns Winarti menyampaikan visi untuk menjadikan organisasi ini sebagai wadah pengembangan profesionalisme perawat critical care. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan agar perawat memiliki posisi sejajar dengan dokter di layanan kesehatan.
“Saya berharap teman-teman critical care bisa memiliki daya saing yang tinggi sehingga tak kesan perawat itu pembantu dokter tetapi merupakan mitra. Supaya menjadi mitra dokter kita harus meningkatkan pengetahuan dan skill,” tutur Kepala Ruangan ICU RS Papua Barat itu.
Winarti mengatakan, Hipercci Papua Barat hadir untuk memudahkan perawat dalam mengakses pelatihan dan seminar ilmiah tanpa harus ke luar daerah. Selama ini, banyak perawat harus mengikuti pelatihan di Jawa dan Sulawesi karena keterbatasan biaya dan fasilitas pendukung di Papua Barat.
“Melalui Hipercci Papua Barat ke depan kami memudahkan perawat untuk mengikuti pelatihan. Selama ini selalu mengikuti pelatihan peningkatan kualitas perawat di luar Papua Barat yakni Sulawesi dan Jawa,” ucapnya.
Ia juga mengungkap kondisi fasilitas layanan ICU di RS Provinsi Papua Barat yang disebut paling lengkap di wilayah tersebut. Ruangan ICU itu dilengkapi berbagai sarana medis modern dan didukung tenaga perawat bersertifikasi.
“Kami didukung dengan enam ventilator dan perawat-perawat yang memiliki sertifikasi ICU dasar dan sertifikasi ICU komprehensif,” ungkapnya.
Selain itu, fasilitas ICU RS Papua Barat dilengkapi saksion, besek monitor di semua ruangan, serta dua dokter spesialis anestesi dan ruang isolasi bertekanan negatif. Fasilitas ini memastikan pasien kritis mendapat layanan optimal tanpa risiko penularan silang.
“Selain pasien kritis bukan kondisi tertentu bukan penyakit TB, kami punya dua ruangan isolasi dengan tekanan negatif sehingga pasien lain yang bukan kritis tanpa berbaur dengan pasien lain,” tambahnya.
Usai terpilih, Ns Winarti dilantik bersama Sekretaris Ns Siska. Kongres I Hipercci Papua Barat juga dihadiri Sekretaris Pusat Hipercci Turiman dan Ketua Bidang OKK Hipercci Pusat Bambang Herwansyah. (*/red)








