Belanja Baru 45%, Sekda Papua Barat Desak Percepatan Realisasi APBD 2025

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Ali Baham Temongmere, mendesak seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk segera mempercepat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025. Desakan ini muncul lantaran realisasi belanja daerah hingga pertengahan November 2025 masih sangat rendah, yakni baru mencapai 45,03%.

“Rapat monitoring, evaluasi, dan asistensi ini merupakan agenda penting dalam rangka percepatan realisasi APBD TA 2025 di seluruh kabupaten/kota se-Papua Barat,” ujar Ali Baham.

Baca juga:  15 Raperda PB Kelar, Raperdasi RTRW Dipending, Tunggu Izin Kemendagri

Ali Baham Temongmere menyampaikan hal tersebut saat memimpin Rapat Monitoring, Evaluasi, dan Asistensi (Monev dan Asistensi) pelaksanaan APBD. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Gubernur, Rabu (26/11/2025).

“Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan saling belajar dalam upaya meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah kita,” lanjutnya.

Dia menyoroti angka realisasi belanja yang baru 45,03% per 14 November 2025 sebagai pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Ali Baham berharap lewat rapat ini, setiap daerah bisa mengidentifikasi hambatan dan menemukan solusi strategis untuk mengakselerasi penyerapan anggaran.

Baca juga:  KUPA-PPAS Papua Barat Disepakati 8,2 Triliun Lebih

Rapat itu juga membahas beberapa poin penting lain terkait pengelolaan keuangan daerah. Pembahasannya mencakup rekening koran BPD Papua dan rekapitulasi kegiatan kontraktual.

Selain itu, turut dibahas realisasi penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) serta Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) TA 2022 hingga Oktober 2025. Rapat tersebut juga menyentuh realisasi belanja pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan data program tiga juta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Baca juga:  Keamanan-Kapastian Hukum, Bikin Investasi Papua Barat Melambat

Sekda juga menyayangkan adanya beberapa bupati yang tidak hadir dalam pertemuan penting percepatan realisasi APBD tersebut. Ketidakhadiran ini dianggap menghambat upaya bersama dalam meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah. (LP14/red)

Latest articles

Cerita Kontingen Kalbar Patungan demi Tampil di Pesparawi Nasional XIV

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Kontingen Kalimantan Barat (Kalbar) tetap mengikuti Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, meski menghadapi keterbatasan anggaran. Para peserta bahkan patungan...

More like this

Cerita Kontingen Kalbar Patungan demi Tampil di Pesparawi Nasional XIV

MANOKWARI, LinkPapua.id - Kontingen Kalimantan Barat (Kalbar) tetap mengikuti Pesparawi Nasional XIV di Manokwari,...

Gubernur Sulut Kawal Langsung Kontingen di Pesparawi Nasional XIV, Yakin Tampil Prima

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus mengawal langsung...

Kalimantan Barat Targetkan 7 Emas di Pesparawi Nasional XIV, Ingin Perbaiki prestasi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menargetkan peningkatan...