25.1 C
Manokwari
Senin, Februari 9, 2026
25.1 C
Manokwari
More

    Akhir 2025, Inflasi Papua Barat dan Papua Barat Daya Sama-Sama Naik

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua provinsi di tanah Papua kembali mencatat kenaikan inflasi pada pengujung tahun 2025. Papua Barat mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,59 persen, sedangkan Papua Barat Daya sebesar 2,15 persen.

    “Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran,” tulis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan resmi terbarunya, Selasa (6/1/2026).

    BPS melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Papua Barat berada di level 110,74 pada Desember 2025. Sebagian besar kelompok pengeluaran di wilayah ini mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

    Baca juga:  Penumpang Transportasi Udara PBD Turun di Januari 2025, Kargo Justru Naik

    “Kelompok transportasi sebesar 6,79 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 6,53 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,43 persen,” tulis BPS merincikan kenaikan tertinggi.

    Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran di Papua Barat juga turut naik sebesar 4,63 persen. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang kenaikan sebesar 2,28 persen.

    “Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Papua Barat Desember 2025 masing-masing sebesar 1,60 persen dan 2,59 persen,” lapor BPS.

    Baca juga:  BSIP Siap Bantu Perbaikan Mutu Komoditas Impor di Papua Barat

    Di sisi lain, Papua Barat Daya mencatatkan inflasi y-on-y sebesar 2,15 persen dengan IHK berada pada level 107,62. Kota Sorong menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi di provinsi tersebut yang mencapai 2,27 persen.

    “Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,18 persen,” sebut BPS dalam laporannya.

    Kenaikan harga di Papua Barat Daya juga didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,50 persen. Sektor transportasi di wilayah ini pun ikut mengalami peningkatan harga sebesar 2,71 persen.

    Baca juga:  Kodam Kasuari Tegaskan tak Ada Motif Rasisme dalam Kasus Pembacokan Letkol Tamami

    “Papua Barat Daya Desember 2025 mengalami inflasi m-to-m sebesar 0,65 persen dan inflasi y-to-d sebesar 2,15 persen,” tulis BPS.

    Kenaikan harga pada sektor transportasi dan kebutuhan pokok menjadi pemicu utama inflasi di dua provinsi tersebut pada akhir tahun. Masyarakat diharapkan tetap memantau fluktuasi harga kebutuhan rumah tangga memasuki awal tahun baru. (*/red)

    Latest articles

    Jaga Uang Rakyat, Anggota DPRP PB Minta KPK Pelototi APBD Sejak...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggota DPRP Papua Barat Aloysius P Siep meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi ketat perencanaan APBD 2026 demi menjaga uang rakyat....

    More like this

    Jaga Uang Rakyat, Anggota DPRP PB Minta KPK Pelototi APBD Sejak Awal

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggota DPRP Papua Barat Aloysius P Siep meminta Komisi Pemberantasan Korupsi...

    SK Terbit, Pelantikan Waka III DPRP Papua Barat Tunggu Agenda Gubernur

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Surat keputusan (SK) pelantikan Wakil Ketua (Waka) III DPRP Papua Barat...

    HPN 2026, Ketua DPRP Papua Barat Apresiasi Kinerja Insan Pers

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Ketua DPRP Papua Barat Orgenes Wonggor mengapresiasi kinerja insan pers yang...