MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, Papua Barat, gencar mendorong masyarakat untuk melakukan skrining riwayat kesehatan guna mencegah penyakit kronis sejak dini. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan upaya promotif dan preventif bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Skrining riwayat kesehatan sangat penting untuk mengetahui potensi risiko penyakit peserta JKN sejak awal. Skrining ini dapat dilakukan maksimal satu kali dalam setahun dan dapat diakses secara mandiri melalui Aplikasi Mobile JKN, laman skrining BPJS Kesehatan, maupun layanan Pandawa,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, Dwi Sulistyono Yudo, Jumat (9/1/2026).
Dwi menjelaskan layanan ini bertujuan agar peserta JKN tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan saat sudah jatuh sakit. Melalui sistem digital yang telah disediakan, peserta dapat melakukan deteksi dini secara cepat dan efisien.
“Melalui skrining riwayat kesehatan, terdapat 14 jenis penyakit yang dapat dideteksi, antara lain diabetes melitus, hipertensi, stroke, penyakit jantung iskemik, thalassemia, kanker payudara, kanker serviks, kanker usus, kanker paru, tuberkulosis, PPOK, hepatitis B dan C, serta anemia,” jelasnya.
Proses skrining dilakukan dengan pengisian kuesioner mengenai pola hidup serta riwayat penyakit keluarga melalui aplikasi. Setelah data terisi, sistem akan otomatis memberikan rekomendasi medis berdasarkan profil kesehatan peserta tersebut.
Salah satu peserta JKN, Novita Kabiai (28), membagikan pengalamannya yang merasakan kemudahan saat mengakses layanan skrining digital. Ia mengaku kini lebih peduli terhadap kondisi fisiknya setelah mendapatkan gambaran risiko kesehatan.
“Prosesnya sangat mudah. Dari hasil skrining, saya mendapatkan rekomendasi untuk lebih menjaga pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan mengatur pola makan,” ungkap Novita.
Novita mengimbau rekan-rekannya sesama pekerja untuk tidak mengabaikan fitur skrining ini demi masa depan yang lebih sehat. Dia menilai deteksi dini memberikan rasa aman karena penyakit serius bisa dicegah sebelum terlambat.
“Dengan mengetahui risiko lebih awal, kita bisa lebih siap menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sebelum menjadi serius,” tutupnya. (LP14/red)















