MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memberikan jaminan proses seleksi masuk SMA Taruna Kasuari Nusantara berjalan murni tanpa intervensi. Sistem rekrutmen dipastikan sangat ketat guna menjaring bibit unggul yang akan menjadi pemimpin masa depan di Papua Barat.
“Kemarin anak sopir saya ingin masuk SMA Taruna. Saya minta tetap ikut seleksi sesuai ketentuan dan puji Tuhan anak tersebut lulus secara murni tanpa lobi,” ujar Dominggus saat meninjau lokasi pembangunan sekolah di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Manokwari, Kamis (15/1/2026).
Dominggus menegaskan status sebagai staf pribadi atau orang dekat gubernur tidak memberikan keistimewaan apa pun dalam seleksi. Menurutnya, sekolah ini memang dirancang khusus sebagai institusi unggulan yang mengedepankan kemampuan akademik dan karakter siswa.
“SMA Taruna Kasuari Nusantara disiapkan untuk mencetak generasi penerus yang berkualitas dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah,” katanya.
Dominggus meminta pihak sekolah bersikap tegas terhadap segala bentuk upaya titipan. Dia memerintahkan kepala sekolah untuk segera melapor jika menemukan adanya praktik lobi dalam penerimaan peserta didik baru.
“Dari hasil belajar itu, akhirnya SMA Taruna Kasuari Nusantara Manokwari bisa disahkan dan berjalan seperti sekarang dan saat ini telah menghasilkan dua lulusan,” ungkapnya.
Pembangunan sekolah ini merupakan buah perjuangan panjang pemerintah daerah sejak tahun 2022 lalu. Awalnya, aktivitas belajar mengajar sempat menempati gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang direnovasi sebelum akhirnya memiliki lokasi permanen.
Konsep pendidikan di sekolah ini mengadopsi standar SMA Taruna Nusantara Magelang melalui studi banding yang mendalam. Kini, SMA Taruna Kasuari Nusantara diharapkan terus menjaga integritas dan menjadi simbol kemajuan kualitas pendidikan di tanah Papua. (LP14/red)















