TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara mengeluarkan peringatan keras bagi para pejabat di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) yang baru saja dilantik. Dia menegaskan tidak akan segan mencopot ASN yang malas demi kelancaran visi pembangunan daerah yang telah dicanangkan.
“Yang tidak mau bekerja ya kita singkirkan dulu. Kasih yang mau bekerjas ehingga visi misinya saya dengan Pak Bupati (Yohanis Manibuy), yaitu Serasi, bisa berjalan dengan baik. Itu harapannya Pak Bupati dan bersama saya. Saya dan Pak Bupati tidak ada niatan yang tidak bagus. Yang ada bahwa kita sama-sama bekerja,” ujar Joko saat menghadiri sertijab di Aula Kantor Dishub Bintuni, Jumat (30/1/2026).
Joko mengingatkan jabatan merupakan amanah yang bersifat sementara dan menuntut tanggung jawab penuh. Dia meminta para pejabat baru menunjukkan kinerja dan disiplin tinggi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan malas masuk kantor, rajin masuk kerja, karena masih banyak orang yang mau kerja,” katanya.
Dia juga menyoroti keharmonisan internal kantor agar tidak terganggu oleh sentimen pribadi antarkaryawan. Menurutnya, kesamaan visi antara pimpinan dan staf menjadi kunci utama dalam mewujudkan program kerja yang inovatif.
“Di dalam kantor ini, orang Sulawesi bilang, jangan baku bombe, tra boleh baku marah. Di dalam kantor itu kita harus sama-sama sehati, sejalan. Masalah pribadi itu masalah di luar, tidak usah di bawa ke kantor,” pesannya.
Sebanyak lima jabatan eselon III dan IV resmi diserahterimakan dalam agenda tersebut, termasuk posisi sekretaris dan kepala bidang. Rotasi ini diharapkan membawa perubahan positif pada sektor pelayaran dan penerbangan di Teluk Bintuni.
“Harapan saya dan Pak Bupati semoga amanah yang ada di SKPD harus disiplin rajin, sehati, seiring, sejalan melakukan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Kepala Dishub Teluk Bintuni Victor Ririhena turut meminta pejabat baru untuk memperkuat jalur komunikasi di setiap lini organisasi. Dia menekankan bahwa mutasi adalah hal lumrah dalam birokrasi yang harus didukung oleh seluruh aparatur sipil negara.
“Yang dibutuhkan adalah komunikasi yang baik, tanpa komunikasi semua tidak jalan,” ucapnya. (LP5/red)















