Inflasi Papua Barat Daya Januari 2026 Tembus 3,75%, Kota Sorong Tertinggi

Published on

SORONG, LinkPapua.id – Provinsi Papua Barat Daya mencatatkan inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,75 persen pada pembukaan tahun 2026. Kota Sorong menjadi wilayah dengan kenaikan harga paling tinggi dibandingkan wilayah lainnya di provinsi tersebut.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 3,86 persen dengan IHK sebesar 107,90 dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sorong sebesar 3,49 persen dengan IHK sebesar 106,22,” tulis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan resminya, Selasa (3/2/2026).

BPS melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Papua Barat Daya secara keseluruhan berada di level 107,82. Lonjakan inflasi dipicu oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran masyarakat.

Baca juga:  OJK Edukasi Keuangan dan Bahaya Pinjol di Kaimana, Sasar Pelajar hingga Aparat

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 10,93 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,92 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 4,03 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau 3,14 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,31 persen; kelompok transportasi 1,80 persen; kelompok kesehatan 1,74 persen; kelompok pendidikan 1,34 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 1,23 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,55 persen,” tulis BPS merincikan.

Baca juga:  Papua Barat Catat Inflasi Year on Year 3,62 Persen di Juli 2023

Kenaikan harga pada sektor perumahan dan energi menjadi penyumbang inflasi paling dominan di awal tahun ini. Sementara itu, terdapat satu sektor yang justru menunjukkan tren penurunan harga di tengah inflasi.

“Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,41 persen,” sebut BPS dalam laporannya.

BPS juga mencatat pergerakan inflasi dalam skala bulanan di wilayah termuda Indonesia ini. Secara umum, kondisi ekonomi di Papua Barat Daya menunjukkan tren kenaikan harga yang stabil sejak awal tahun.

Baca juga:  BPS: Penduduk Miskin Papua Barat 21,43 Persen

“Provinsi Papua Barat Daya bulan Januari 2026 mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,19 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,19 persen,” lapor BPS.

Tingginya inflasi di Kota Sorong diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap fluktuasi biaya energi dan jasa perawatan pribadi yang meningkat signifikan. (*/red)

Latest articles

Gubernur Papua Barat Ajak Tokoh Agama-Adat Dukung Gerakan Ayo ke Posyandu

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan mendukung gerakan 'Ayo ke Posyandu'....

More like this

Pertamax di Papua-Maluku Naik dari Rp12.600 Jadi Rp16.650 per Liter

MANOKWARI, LinkPapua.id – Harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax di wilayah Papua dan Maluku naik...

Pesparawi Nasional di Manokwari Diharapkan Dongkrak Ekonomi Mama-Mama Papua dan UMKM

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional yang akan digelar...

Ekspor Papua Barat US$238,29 Juta di April 2026, Impor Nihil

MANOKWARI, LinkPapua.id - Ekspor Papua Barat mencapai US$238,29 juta pada April 2026. Badan Pusat...