JAKARTA, LinkPapua.id – Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menawarkan program beasiswa kuliah ke Britania Raya bagi mahasiswa asal Papua Barat. Tawaran ini menjadi peluang emas untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing secara global.
“Pertama kali ada orang asli Papua yang mau belajar di Inggris melalui aplikasi mahasiswa Papua untuk program beasiswa. Diharapkan kami akan melihat mahasiswa di Papua Barat untuk ke universitas-universitas di Inggris. Belum tahu, tetapi tahun ini pertama kali ada aplikasi dari Papua,” ujar Dominic di kediaman resminya, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Dominic menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan berserta jajaran. Dia menilai tahun ini menjadi momentum awal keterlibatan pemuda asli Papua dalam ekosistem pendidikan di Inggris.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyambut antusias komitmen pemerintah Inggris tersebut. Dia menilai dukungan ini sangat berarti bagi mahasiswa yang terkendala biaya jika harus berangkat secara mandiri.
“Nanti kita adakan pertemuan lebih lanjut dan bisa kita siapkan anak-anak mahasiswa melalui aplikasi untuk dapat memenuhi syarat untuk kuliah di Inggris,” kata Dominggus.
“Kita juga perlu tahu berapa jumlah kuota yang diberikan dan persyaratan supaya bisa persiapan mereka, terutama di sekitar daerah penghasil. Ini penting ketika mereka punya anak sekolah di sana pulang mengabdi sangat bangga. Kalau gunakan biaya sendiri ke Inggris sangat mahal dan lewat program ini terima kasih dan kita punya tanggungjawab di daerah,” sambungnya.
Dominggus menegaskan pihak Pemprov akan segera menindaklanjuti persyaratan teknis beasiswa tersebut. Hal ini bertujuan agar putra-putri daerah dari Bumi Kasuari bisa lolos seleksi di universitas-universitas terbaik Inggris.
Dalam pertemuan tersebut, Dominggus juga didampingi oleh sejumlah pimpinan perangkat daerah Pemprov Papua Barat. Mereka membahas penguatan kerja sama pendidikan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Papua Barat. (LP14/red)















