Ketua DPRP Papua Barat Soroti Lambatnya Realisasi Paket Pekerjaan APBD 2026

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua DPRP Papua Barat Orgenes Wonggor menyoroti lambatnya realisasi paket-paket pekerjaan di APBD 2026. Menurutnya, banyak paket pekerjaan fisik maupun nonfisik belum terlaksana meski pemerintah daerah segera memasuki pembahasan APBD perubahan.

APBD 2026 telah ditetapkan pada November 2025 agar seluruh persiapan program dapat dilakukan lebih awal. DPRP menargetkan seluruh paket pekerjaan sudah siap diproses paling lambat Februari dan mulai dilelang pada April.

“Tujuan kita menetapkan APBD pada November 2025 agar paling lambat Februari seluruh paket pekerjaan, baik fisik maupun nonfisik, sudah siap diproses. Seharusnya April sudah mulai lelang, tetapi kenyataannya hingga saat ini, menjelang APBD perubahan 2026, banyak paket pekerjaan yang belum juga terealisasi,” ujar Orgenes saat ditemui wartawan di Aston Niu Hotel, Manokwari, Senin (3/8/2026).

Baca juga:  Dukungan Mengalir, Prof Hammar Digadang Jadi Kandidat Kuat Ketum KONI Papua Barat

Menurut Orgenes, keterlambatan realisasi paket pekerjaan berpotensi menekan penyerapan anggaran. Kondisi itu terjadi saat pelaksanaan APBD telah memasuki semester kedua sehingga waktu penyelesaian kegiatan semakin terbatas.

Dia meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan DPRP apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan program. Hal itu dinilai dapat mempercepat penyelesaian persoalan sebelum keterlambatan semakin panjang.

“Kalau memang ada masalah, seharusnya dibicarakan bersama DPRP agar dapat ditemukan jalan keluar dan kesepakatan bersama,” katanya.

Baca juga:  Reses Dimulai, Orgenes Wonggor Harap Aspirasi Diserap Sampai ke Pelosok

Orgenes menambahkan paket pekerjaan yang baru dimulai pada akhir tahun berpotensi terkendala musim hujan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kualitas pekerjaan dan penyelesaiannya.

“Kalau paket pekerjaan dikejar di akhir tahun, tentu kegiatan-kegiatan lain juga akan ikut terlambat,” sebutnya.

Dia menilai pola keterlambatan realisasi paket pekerjaan terus berulang dari tahun ke tahun. Menurutnya, pemerintah daerah harus memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan program agar seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal.

DPRP Papua Barat berharap seluruh pekerjaan dapat rampung pada Oktober hingga November. Dengan begitu, pemerintah daerah memiliki waktu melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan sebelum tahun anggaran berakhir.

Baca juga:  Fraksi Bangkit Gerakan Indonesia Raya Tekankan APBD Harus Berdampak Nyata bagi OAP

“Harapan kami, pada Oktober dan November semua pekerjaan sudah selesai sehingga pihak eksekutif bisa membentuk tim untuk melakukan monitoring di lapangan. Namun, sampai sekarang pekerjaan itu belum berjalan dan ini akan berpengaruh terhadap penyerapan anggaran,” terangnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRP Papua Barat akan kembali memanggil perangkat daerah teknis. Pemanggilan itu untuk meminta penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan paket-paket pekerjaan belum dapat direalisasikan hingga saat ini. (LP14/red)

Latest articles

Bupati Yohanis Tinjau Aset BP Tangguh, Babo Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi...

0
TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengharapkan Distrik Babo sebagai pintu masuk Teluk Bintuni, dan distrik tertua ke depan akan ditata menjadi wilayah...

Akhirnya! Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Publik

More like this

Sertijab Pejabat Eselon II Pemprov Papua Barat, Ali Baham Tekankan Kesinambungan Kerja

MANOKWARI, LinkPapua.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere menekankan kesinambungan kerja...

Pemprov Papua Barat Dukung Pelaksanaan Konferensi Sinode XII, 2.000 Peserta Bakal Hadir

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Konferensi Sinode...

‎BPJS Kesehatan Gandeng Kejati Papua Barat Perkuat Kepatuhan Pembayaran Iuran JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah XII menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat...