28.3 C
Manokwari
Rabu, Februari 11, 2026
28.3 C
Manokwari
More

    Bangun SMA Taruna, Pemprov Papua Barat Tersandung Lahan Rp 2,9 Miliar

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Pembangunan SMA Taruna di Manokwari, Papua Barat, dibayangi persoalan tunggakan pembayaran lahan senilai Rp 2,9 miliar. Pemprov Papua Barat diminta segera melunasi hak masyarakat adat guna menghindari konflik berkepanjangan di lokasi pembangunan.

    “Ada masyarakat yang mengadang dan meminta penjelasan karena lahan mereka belum dibayar. Itu yang langsung saya laporkan kepada Gubernur (Dominggus Mandacan) untuk ditindaklanjuti,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, saat meninjau lokasi di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Kamis (15/1/2026).

    Baca juga:  Launching Kebun Lahan Sumber Pangan, Waterpauw: Jangan Anggap Formalitas, Ini Penting

    Barnabas mengaku sempat diadang pemilik hak ulayat saat melakukan pengecekan awal di lokasi pembangunan. Persoalan ini mencuat tak lama setelah dirinya menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan.

    “Hak masyarakat harus diselesaikan lebih dulu agar ke depan tidak menjadi hambatan dan konflik dalam proses pembangunan,” katanya.

    Baca juga:  Waterpauw Lantik Pimpinan Tinggi Pratama hingga Pejabat Pengawas Pemprov Papua Barat, Ini Nama-namanya

    Dia menegaskan pembangunan fisik sekolah tidak boleh mengabaikan hak-hak masyarakat adat setempat. Dia meminta keterlibatan Inspektorat untuk memastikan penyelesaian kewajiban pemerintah dilakukan secara tuntas dan transparan.

    Meski pembayaran lahan masih tersendat, aktivitas pembersihan lokasi terpantau tetap berjalan menggunakan anggaran perubahan 2025. Pemerintah saat ini juga tengah merampungkan penyusunan site plan untuk proyek fasilitas pendidikan tersebut.

    Baca juga:  Nansy Prisillia: Media Online Harus Jadi Pencerah di Tahun Politik

    Dinas Pendidikan Papua Barat sendiri telah merencanakan pembangunan sejumlah gedung utama pada tahun anggaran 2026 mendatang. Namun, kelancaran proyek ini sangat bergantung pada penyelesaian sengketa lahan dengan warga lokal.

    Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, turut hadir meninjau lokasi bersama beberapa pimpinan OPD terkait. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung progres di lapangan sekaligus merespons keluhan masyarakat adat. (LP14/red)

    Latest articles

    Kabar Baik! Angka Pengangguran di Papua Barat Menyusut, Kini Sisa 4,34%

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Kabar menggembirakan datang dari sektor ketenagakerjaan di Provinsi Papua Barat pada akhir tahun 2025. Tingkat pengangguran tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan...

    More like this

    Kabar Baik! Angka Pengangguran di Papua Barat Menyusut, Kini Sisa 4,34%

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Kabar menggembirakan datang dari sektor ketenagakerjaan di Provinsi Papua Barat pada...

    Angka Kemiskinan Papua Barat Turun Jadi 19,58%, Berkurang 4,5 Ribu Orang

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai kondisi ekonomi di...

    Bantu UMKM Maybrat, OJK Dorong Warga Gunakan Akses Pembiayaan Formal

    MAYBRAT, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya mendorong...