27.4 C
Manokwari
Selasa, Maret 24, 2026
27.4 C
Manokwari
More

    BMKG: Gelombang Perairan Papua Selatan Capai 4 Meter hingga 15 Januari

    Published on

    MERAUKE, LinkPapua.id – Stasiun Meteorologi BMKG Merauke mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Papua Selatan yang diprediksi berlangsung hingga 15 Januari 2026. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terpantau adanya daerah tekanan rendah di wilayah timur laut Australia yang memicu wilayah konvergensi.

    Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan kecepatan angin secara drastis di daratan maupun perairan, terutama di Kabupaten Merauke. Pertumbuhan awan hujan juga terpantau sangat masif yang berpotensi memicu cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.

    Baca juga:  Temui para Bupati dan Tokoh di Papua Tengah, Wamendagri Ajak Generasi Papua Bersatu Wujudkan Keadilan Sosial

    Kecepatan angin permukaan diperkirakan bergerak dari arah barat hingga utara dengan kekuatan mencapai 45 knots. Situasi ini memicu tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Asmat, Mappi, Merauke, hingga wilayah Yos Sudarso.

    Risiko banjir pesisir atau banjir rob juga menjadi ancaman nyata akibat tingginya tekanan angin terhadap permukaan laut. Para pengguna jasa transportasi laut diminta mewaspadai titik-titik koordinat yang memiliki potensi kerawanan tinggi.

    Baca juga:  Senator Paul Finsen Mayor Desak PT Gak Nikel Prioritaskan Tenaga Kerja Raja Ampat

    Lonjakan gelombang paling ekstrem diprediksi akan terjadi di Laut Arafuru bagian timur dengan ketinggian mencapai 4,0 meter. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan pelayaran, mulai dari perahu nelayan hingga kapal berukuran besar.

    Keamanan pelayaran kapal tongkang dan kapal feri akan terancam jika memaksakan beroperasi saat kecepatan angin melebihi batas standar keamanan. BMKG menekankan bahwa tinggi gelombang di atas 2,5 meter merupakan kategori risiko tinggi bagi kapal-kapal komersial.

    Baca juga:  Gubernur Apolo: Seolah-olah Otsus Papua, tapi Khususnya Tidak Ada

    Masyarakat dan para nelayan di wilayah Papua Selatan diimbau untuk menunda aktivitas di laut jika cuaca tidak memungkinkan. Pemantauan berkala terhadap informasi cuaca harus terus dilakukan guna menghindari risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem. (*/red)

    Latest articles

    Ranking FIFA ASEAN: Thailand Masih Raja, Indonesia Salip Malaysia

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara mengalami pergeseran drastis dalam rilis peringkat FIFA terbaru per Maret 2026. Timnas Indonesia sukses menyalip...

    More like this

    Anggota KKB Penyerang Polisi di Paniai Tewas Ditembak Aparat Gabungan di Nabire

    NABIRE, LinkPapua.id - Aparat gabungan TNI-Polri menembak mati Hurbianus Mirip, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata...

    Kemenhub Hentikan 11 Bandara Papua Usai Cessna PK-SNR Ditembak

    JAKARTA, LinkPapua.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghentikan sementara operasional 11 bandara di Papua menyusul...

    Komisi II DPR RI Bahas Peluang Daerah Kelola Kawasan Perbatasan di Papua

    MERAUKE, LinkPapua.id - Komisi II DPR RI tengah mendiskusikan pemberian kewenangan lebih besar bagi...