25.3 C
Manokwari
Rabu, Februari 11, 2026
25.3 C
Manokwari
More

    Bupati Raja Ampat Prihatin Kondisi Dermaga Liar, Janjikan Terminal Rakyat Selesai Tahun Ini

    Published on

    RAJA AMPAT, LinkPapua.com – Bupati Raja Ampat, Orideko Irinano Burdam, prihatin dengan dermaga liar di muara Kali Waisai yang digunakan masyarakat kampung sebagai tempat berlabuh darurat. Dia ingin menghadirkan terminal pelabuhan rakyat yang layak di bekas lokasi pasar Mbilim Kayam pada tahun 2025 ini.

    “Tahun 2025 lokasi bekas Pasar Mbilim Kayam di muara Kali Waisai sudah berdiri terminal pelabuhan rakyat,” ujarnya saat konsultasi publik di Aula Bappeda Waisai, Kamis (15/5/2025) lalu.

    Orideko mengungkapkan keinginannya membangun terminal rakyat lahir dari pengalaman pribadi saat melihat langsung kondisi masyarakat yang datang dari kampung-kampung menggunakan perahu kecil, tetapi kesulitan mencari tempat berlabuh.

    Baca juga:  Pemprov Papua Barat Paparkan LKPJ 2024, Realisasi PAD Hanya Capai 70 Persen

    “Sewaktu berada di pinggir Kali Waisai kemudian melihat masyarakat dari kampung-kampung masuk dengan bodi (perahu) sambil mencari tempat berlabuh. Saya punya hati teriris sekali karena tidak ada tempat berlabuh untuk mereka bongkar muat. Seakan-akan mereka bukan pemilik negeri ini, sudah tumbuh dermaga liar milik pribadi,” katanya.

    Menurutnya, pembangunan terminal penumpang rakyat sangat penting karena hingga saat ini belum tersedia dermaga khusus untuk transportasi umum yang menghubungkan Waisai dengan kampung-kampung. Dermaga Falaya hanya melayani speed boat dan wisatawan, sedangkan aparatur serta pengusaha pun terpaksa menyesuaikan dengan kondisi kali yang semrawut.

    Baca juga:  Pemkab Raja Ampat Latih Pengelola Homestay OAP, Fokus Room Attendant-F&B

    Dia menambahkan, terminal tersebut akan dilengkapi ruang tunggu yang lebih representatif. Fasilitas ini tidak hanya memfasilitasi aktivitas bongkar muat masyarakat dari kampung-kampung, tetapi juga memperindah kawasan muara Kali Waisai.

    Terminal ini juga akan menjadi bagian dari penataan kota. Akan dibangun kawasan hijau dan promenade untuk pejalan kaki serta pesepeda di sepanjang kali. Hal ini diharapkan menambah daya tarik kawasan wisata pantai Waisai Torang Cinta (WTC).

    Baca juga:  Pekan Depan, Warga Terdampak Pengembangan Bandara Rendani Mulai Didata

    Di luar itu, Orideko juga mengapresiasi pedagang Pasar Mbilim Kayam yang telah bersedia pindah ke Pasar Snon Bukor demi mendukung pembangunan dan menjaga kebersihan kota.

    “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada para pedagang yang sudah pindah karena mereka adalah warga negara yang baik, warga yang mencintai kebersihan kotanya,” ucapnya. (LP10/red)

    Latest articles

    Bantu UMKM Maybrat, OJK Dorong Warga Gunakan Akses Pembiayaan Formal

    0
    MAYBRAT, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya mendorong pelaku UMKM di Kabupaten Maybrat untuk beralih ke lembaga keuangan...

    More like this

    Masyarakat Adat Pasang Sasi di Kapal Seismik Fakfak, Operasi Migas Terhenti

    FAKFAK, LinkPapua.id - Masyarakat adat petuanan Raja Arguni di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, melakukan...

    Polda Papua Barat Musnahkan 30,67 gram Narkotika Jenis Sabu Dari 2 Tersangka

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Barat musnahkan barang bukti  30,66 gram Narkotika jenis...

    Buka Manasik Haji Terintegrasi Digelar, Wabup Mugiyono Doakan Raih Haji Mabrur

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama Kementerian Haji dan Umrah menyelenggarakan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten/Kota...