MANOKWARI, LinkPapua.id – Kepala BPBD Provinsi Papua Barat Derek Ampnir mengungkap penyebab utama terjadinya banjir periodik yang melanda Kampung Mansaburi, Kabupaten Manokwari. Ia menyebut, banjir dipicu oleh saluran yang tersumbat sehingga air tidak mengalir ke muara laut.
“Saluran sungai mati menjadi titik permasalahan banjir yang melanda Kampung Mansaburi. Hingga kini prosesnya telah masuk pada tahap perpanjangan penanganan,” ujar Derek saat ditemui wartawan di Mansinam Beach Selasa (12/8/2025).
Derek mengemukakan, telah dilaksanakan 3 kali perpanjangan penanganan dengan waktu sekali perpanjangan 14 hari. Dia berkata hingga kini update berangsur-angsur telah mulai berkurang ancamannya.
“Sekarang juga sudah mulai membersihkan rumah-rumah penduduk dari lumpur yang cukup tebal. Jika dinilai telah aman maka penduduk akan kembali menempati tempat tinggal mereka masing-masing,” ujar Derek.
Derek menyebut selama proses penanganan BPBD telah menemukan titik masalah. Yaitu terdapat saluran sungai yang menyebabkan air tidak mengalir ke muara laut sehingga menimbulkan banjir.
“Dalam mengatasi dan membuka saluran sungai mati ini memerlukan peralatan yang cukup. Jika sungai ini dapat mengalirkan air ke muara laut maka Sungai Warior tidak akan menimbulkan banjir lagi,” tuturnya
Selain itu, dirinya mengatakan dalam membersihkan lumpur yang cukup tinggi di beberapa titik memerlukan bantuan alat berat. Lumpur tersebut dapat mencapai 1 meter maka membutuhkan penanganan yang ekstra.
Derek melanjutkan bahwa dalam menangani banjir harus efektif dan efisien dimana rumah warga masih dapat digunakan namun dampaknya yang dibersihkan dan tidak menimbulkan baniir terulang kembali.
Kemudian dia berkata bahwa yang terpenting juga pastisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah dalam membersihkan. Karena ada waktu akan dilakukan transisi darurat ke pemulihan awal sehingga penduduk dapat kembali menempati rumahnya.
“Pemerintah telah membantu logistik dan alat untuk membersihkan maka peran aktif masyarakat sangat penting akan dapat mempercepat proses pembersihan,” tutupnya. (LP14/red)















