24.9 C
Manokwari
Selasa, Februari 10, 2026
24.9 C
Manokwari
More

    Ekonomi Papua Barat 2025 Tumbuh 6,46%, Melambat dari 2024

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Papua Barat sepanjang tahun 2025 mencapai angka 6,46 persen. Meski tetap tumbuh positif, angka ini menunjukkan perlambatan jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

    “Ekonomi Papua Barat tahun 2025 tumbuh sebesar 6,46 persen, melambat dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 20,80 persen (c-to-c),” tulis BPS dalam laporannya, Selasa (10/2/2026).

    Penurunan laju pertumbuhan ini terlihat signifikan dari selisih persentase tahunan yang mencapai belasan persen. Secara akumulatif, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Barat atas dasar harga berlaku kini telah menyentuh angka puluhan triliun rupiah.

    Baca juga:  Resepsi Ulang Tahun Sekda Papua Barat, Dr. Nataniel D Mandacan, M.Si" yang ke 59 Tahun

    “Perekonomian Papua Barat tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp81.807,57 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp52.683,39 milliar,” jelasnya.

    Dilihat dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan menjadi motor penggerak paling kencang selama setahun terakhir. Sementara dari sisi penggunaan, aktivitas ekspor masih mendominasi struktur ekonomi wilayah tersebut.

    Baca juga:  BPS: Februari, Volume Penerbangan di Papua Barat Menurun

    “Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,04 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 7,05 persen,” ungkapnya.

    Memasuki penghujung tahun atau pada triwulan IV-2025, ekonomi Papua Barat tercatat tumbuh 2,54 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Menariknya, sektor jasa keuangan dan asuransi justru menunjukkan performa yang sangat impresif di periode ini.

    Baca juga:  Mei 2023, Ekspor Papua Barat Anjlok 19,29 Persen

    “Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,75 persen,” pungkas BPS.

    Lonjakan di akhir tahun ini juga dipicu oleh tingginya realisasi belanja pemerintah menjelang tutup buku. Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mencatat kenaikan drastis hingga angka dua digit pada triwulan keempat.

    “Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) sebesar 20,12 persen,” tutupnya. (*/red)

    Latest articles

    Gubernur Dominggus Dorong Sinergi Gereja-Pemerintah-Adat di Papua Barat

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong sinergi gereja, pemerintah, dan masyarakat adat dalam pembangunan daerah. Dia menilai kolaborasi tiga pilar itu...

    More like this

    Gubernur Dominggus Dorong Sinergi Gereja-Pemerintah-Adat di Papua Barat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong sinergi gereja, pemerintah, dan masyarakat...

    OJK Dorong Literasi Keuangan Pelajar dan UMKM di Mansel-Teluk Bintuni

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya (PB-PBD)...

    Jaga Uang Rakyat, Anggota DPRP PB Minta KPK Pelototi APBD Sejak Awal

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggota DPRP Papua Barat Aloysius P Siep meminta Komisi Pemberantasan Korupsi...