25.9 C
Manokwari
Jumat, Maret 27, 2026
25.9 C
Manokwari
More

    Ekspor Papua Barat Turun, Papua Barat Daya Justru Melonjak di Oktober 2025

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Kinerja ekspor dua provinsi di tanah Papua menunjukkan tren berlawanan pada Oktober 2025. Papua Barat mengalami penurunan, sedangkan Papua Barat Daya justru mencatat pertumbuhan ekspor.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Papua Barat turun 16,22 persen dari US$245,24 juta pada September menjadi US$205,45 juta. Hampir seluruh nilai ekspor provinsi ini masih didominasi komoditas bahan bakar mineral.

    “Bahan bakar mineral (HS27) merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar di Papua Barat pada Oktober 2025, yaitu sebesar US$201,90 juta atau 98,27 persen dari total ekspor Papua Barat,” tulis BPS dalam laporan resminya dikutip LinkPapua.id, Selasa (2/12/2025).

    Baca juga:  Sambut HUT PI, Pemprov-DPD KNPI Papua Barat Gelar Lomba Vokal Grup Lagu Gerejawi

    Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor terbesar Papua Barat dengan nilai US$156,56 juta atau berkontribusi 76,20 persen. Barang ekspor dikirim melalui tiga pelabuhan laut dan satu pelabuhan udara.

    Sepanjang Oktober, tidak ada dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang masuk ke Papua Barat. Neraca perdagangan provinsi ini tetap surplus sebesar US$205,45 juta atau 452,25 ribu ton secara volume.

    Baca juga:  Jelang Suksesi Presiden, Projo Gelar Musra 

    Sementara itu, ekspor Papua Barat Daya justru meningkat. BPS melaporkan ekspor provinsi tersebut naik 18,90 persen dari US$1,07 juta pada September menjadi US$1,27 juta pada Oktober 2025.

    “Ikan dan udang (HS03) merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar di Papua Barat Daya pada Oktober 2025, yaitu sebesar US$1,27 juta atau 99,99 persen dari total ekspor Papua Barat Daya,” tulis BPS.

    Baca juga:  Angka Kemiskinan Papua Barat Turun Jadi 19,58%, Berkurang 4,5 Ribu Orang

    Tiongkok juga menjadi negara tujuan ekspor terbesar Papua Barat Daya dengan nilai US$0,39 juta atau kontribusi 30,47 persen. Berbeda dengan Papua Barat, provinsi ini mencatat kenaikan impor.

    Impor Papua Barat Daya naik 100 persen dari tidak ada nota pemberitahuan impor menjadi US$0,0019 juta. Meski demikian, neraca perdagangan Papua Barat Daya tetap surplus US$1,26 juta atau 0,11 ribu ton secara volume. (*/red)

    Latest articles

    Musda II PWKI Papua Barat, Bupati Manokwari Tekankan Peran Perempuan dalam...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi perempuan menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) II Perkumpulan Wanita Kristen Indonesia...

    More like this

    Musda II PWKI Papua Barat, Bupati Manokwari Tekankan Peran Perempuan dalam Pembangunan

    MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi...

    7 Komisioner OJK Resmi Dilantik di MA, Janji Perketat Pengawasan

    JAKARTA, LinkPapua.id - Tujuh Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2032...

    TNI AL Gelar Penghormatan untuk 2 Marinir Gugur di Maybrat, Pastikan Hak Keluarga

    JAKARTA, LinkPapua.id - TNI Angkatan Laut (AL) menggelar prosesi penghormatan terakhir bagi dua prajurit...