MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan membuka Pameran UMKM Papua Barat 2026 untuk mendorong pemberdayaan pelaku usaha, khususnya mama-mama Papua. Pameran tersebut juga menjadi ruang promosi produk lokal Papua Barat sekaligus mendukung pengembangan usaha agar lebih mandiri dan berdaya saing.
“Semoga kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku usaha agar usahanya semakin mandiri, produktif, dikenal luas dan berdaya saing,” ujar Dominggus saat membuka Pameran UMKM Papua Barat 2026 di Lapangan Voli Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, Senin (10/8/2026).
Pameran tersebut berlangsung selama dua hari dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 kemerdekaan RI. Kegiatan itu difokuskan pada promosi produk lokal dan pemberdayaan pelaku UMKM, terutama mama-mama Papua.
Dominggus mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Karena itu, pameran tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk unggulan Papua Barat kepada masyarakat yang lebih luas.
Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam dari sektor perikanan, pertanian, perkebunan hingga peternakan. Menurut Dominggus, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui sinergi pemerintah dan masyarakat serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Dominggus kemudian mengajak masyarakat Papua Barat menggunakan dan mengonsumsi produk lokal. Dia menilai dukungan masyarakat dapat mendorong pertumbuhan UMKM di daerah.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua Barat untuk bangga memakai dan mengonsumsi produk lokal, agar UMKM kita bertumbuh menjadi raja di rumah sendiri,” serunya.
Pemprov Papua Barat juga menyiapkan pendampingan bagi pelaku UMKM melalui pelatihan, perluasan akses pasar dan kemudahan pembiayaan. Dukungan pembiayaan tersebut dilakukan melalui koperasi maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Selain pengembangan usaha, Dominggus meminta pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Dia juga mendorong pelaku usaha menjaga kualitas dan terus berinovasi.
Dominggus menyebut semangat HUT ke-81 RI harus diwujudkan melalui upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia juga mengajak masyarakat taat membayar pajak sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Barat Sarce M Meidodga mengatakan pameran tersebut bertujuan memperkenalkan produk unggulan lokal kepada masyarakat. Kegiatan itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi pelaku UMKM Papua Barat.
“Pameran UMKM ini berfokus pada pemberdayaan pelaku UMKM mama-mama Papua. Tujuannya untuk mempromosikan produk lokal agar lebih dikenal masyarakat luas sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi serta edukasi dan perlindungan kekayaan intelektual produk unggulan,” bebernya.
Pameran juga menyediakan layanan publik untuk membantu pelaku UMKM mengurus administrasi usaha. Salah satunya layanan KPPN terkait pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Sarce mengatakan kepemilikan NPWP penting bagi pelaku UMKM untuk mengakses berbagai program bantuan dan dukungan pemerintah. Dia mengakui masih banyak pelaku UMKM, khususnya Mama-Mama Papua, yang belum memiliki NPWP.
Sementara itu, DPMPTSP membuka pelayanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha. Dinas Kesehatan dan RSUP Papua Barat juga memberikan pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Dukcapil turut membuka layanan pengurusan KTP khusus orang asli Papua (OAP). Bapenda juga menyediakan pelayanan pembayaran pajak bagi masyarakat. (LP14/red)















