MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mendukung pembangunan daerah di Papua Barat. Dia juga meminta GPKAI terus menjaga kerukunan umat beragama serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Jabatan ini adalah kepercayaan dari jemaat sekaligus panggilan pengabdian kepada Tuhan yang hendaknya dijalankan dengan penuh kerendahan hati, ketulusan, dan semangat kebersamaan demi kemajuan pelayanan gereja di tengah masyarakat Manokwari Utara,” ujar Dominggus pada pelantikan Badan Pengurus Harian (BPH) Majelis Daerah (MD) Manokwari Utara GPKAI periode 2026–2031 di Jemaat Betel Golsargai Saubeba, Manokwari, Sabtu (18/7/2026).
Dominggus menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Dia menegaskan kepengurusan gereja bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan amanah pelayanan yang harus dijalankan dengan ketulusan, kerendahan hati, dan semangat kebersamaan.

Menurutnya, gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Kolaborasi pemerintah dan lembaga keagamaan dinilai menjadi faktor penting mewujudkan Papua Barat yang aman, rukun, dan berdaya saing.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat senantiasa memandang gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu kami berharap kepengurusan yang baru dapat terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah dalam berbagai program pembangunan, termasuk menjaga kerukunan umat beragama dan stabilitas kamtibmas,” katanya.
Dia juga mengajak seluruh umat GPKAI menjaga persatuan dan kesatuan. Selain itu, dia meminta jemaat mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah di tanah Papua.
Dominggus optimistis kepengurusan baru mampu membawa pelayanan GPKAI semakin berkembang. Dia berharap keberadaan pengurus baru memberi manfaat nyata bagi jemaat dan masyarakat luas.
Pelantikan BPH MD Manokwari Utara GPKAI periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum memperkuat pelayanan gereja. Momentum tersebut juga diharapkan meningkatkan kontribusi lembaga keagamaan dalam mendukung pembangunan Papua Barat yang aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri. (LP14/red)









