Monev KBK Papua Barat, Kepala Dinkes Soroti Mutu Layanan Primer

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat, Alwan Rimosan, menyoroti pentingnya mutu layanan kesehatan primer dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Manokwari. Dia menegaskan KBK adalah instrumen utama untuk mendorong perbaikan kualitas pelayanan promotif dan preventif di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Kegiatan Monev ini dibuka Alwan di Swiss-Belhotel, Kamis (27/11/2025). Monev KBK ini diikuti oleh perwakilan fasilitas kesehatan (faskes) di Manokwari, BPJS Kesehatan Cabang Manokwari dan Papua Barat Daya, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), hadir pula Deputi Dereksi Wilayah XII, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait dari dua provinsi.

Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat: Baru Manokwari Nyatakan Kesiapan Hadapi Pemilu 2024

“Kapitasi berbasis kinerja ini mendorong fasilitas kesehatan untuk memperkuat layanan promotif dan preventif, seperti penanganan penyakit metabolik, hipertensi, layanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, hingga skrining penyakit,” ujar Alwan.

Dia menjelaskan bahwa perubahan sistem kesehatan nasional saat ini menempatkan layanan promotif dan preventif sebagai kunci utama peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Upaya tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong keberhasilan FKTP di daerah-daerah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Baca juga:  Kemiskinan Papua Barat Masih Tertinggi Ketiga Nasional, Realisasi Anggaran Baru 12 Persen

Alwan menyebut peningkatan indeks pembangunan manusia sangat ditentukan oleh naiknya angka harapan hidup, yang sebagian besar dipengaruhi oleh peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan. Oleh karena itu, kemampuan FKTP melakukan deteksi dini berbagai penyakit menjadi salah satu indikator penting yang harus diperkuat.

“Kegiatan seperti ini bukan ruang untuk saling menyalahkan, tetapi menjadi forum pembelajaran bersama agar intervensi yang dilakukan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca juga:  PSSI Protes Jadwal Padat, AFC Akhirnya Ubah Laga Timnas di Kualifikasi Piala Dunia

Dia juga menyoroti transformasi layanan primer yang dicanangkan Kementerian Kesehatan, termasuk integrasi layanan yang didukung pembiayaan berbasis kualitas, bukan sekadar jumlah kunjungan. Menurutnya, KBK menjadi instrumen yang mampu menilai mutu layanan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Alwan menambahkan, sistem monitoring dan pengawasan harus dimulai dari tingkat bawah agar evaluasi berjalan rutin dan terukur. Alwan meminta setiap jajaran Dinas Kesehatan melakukan koordinasi aktif serta memastikan data pelayanan yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (LP14/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Lewat Duta Muda EduTour, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN di Kalangan Pelajar

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari memperkuat literasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...

PI 10 Persen Tak Kunjung Cair, Gubernur Papua Barat Desak Pemerintah Pusat Percepat Hak Migas Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendesak pemerintah pusat mempercepat realisasi participating...

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti Perubahan APBD

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah...