26.4 C
Manokwari
Selasa, Maret 24, 2026
26.4 C
Manokwari
More

    Musim Hujan Panjang, BPBD Papua Barat Minta Mitigasi Diperketat

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat meminta seluruh pemerintah kabupaten memperketat mitigasi bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan panjang. BPBD menegaskan langkah konkret harus segera disiapkan di setiap daerah.

    “Musim hujan di Papua Barat waktunya panjang. Potensi bencana hidrometeorologi bisa terjadi sejak akhir November hingga Januari-Februari (2026), bahkan bisa berlanjut sampai April. Karena itu, semua harus dipersiapkan lebih awal,” ujar Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, Sabtu (29/11/2025).

    Derek menekankan bahwa bencana terjadi langsung di kabupaten sehingga peran pemerintah daerah sangat penting. Dia meminta bupati memberi perhatian khusus kepada BPBD kabupaten untuk memperkuat koordinasi teknis di lapangan.

    Baca juga:  SK 731 CPNS Pemprov Papua Barat Segera Terbit

    Dia mencontohkan kesiapan Pemkab Manokwari yang telah menggelar apel siaga hidrometeorologi. Menurutnya, kegiatan serupa perlu dilakukan seluruh kabupaten untuk menyatukan kerja OPD, TNI-Polri, relawan, dan stakeholder.

    Derek menjelaskan setiap kabupaten harus segera menetapkan status siaga hidrometeorologi. Kebijakan ini perlu disesuaikan dengan status siaga tingkat provinsi yang sudah ditetapkan lebih dulu.

    Baca juga:  Pemprov PB Rancang Sekolah Ramah Anak-Gender, Dimulai dari SMA Unggulan

    “Bupati sudah harus menetapkan status siaga hidrometeorologi dan mengeluarkan eskalasi kebijakan daerah. Semua langkah harus selaras dan berkoordinasi dengan provinsi,” tuturnya.

    Dia menambahkan bahwa bencana hidrometeorologi bersifat slow onset sehingga tanda awalnya harus dipantau serius. Kesiapsiagaan dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko.

    Selain pemerintah daerah, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga diingatkan menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang memicu longsor dan banjir.

    “Kalau aliran sungai berubah atau tidak seperti biasanya, segera cari tempat yang aman,” sebutnya.

    Baca juga:  HPN 2026, Gubernur Papua Barat Ajak Pers Dukung Konservasi Lewat Aksi Tanam Pohon

    Dia juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan saluran kota. Langkah ini diperlukan agar aliran air tetap lancar saat hujan deras.

    Pemprov Papua Barat berharap risiko bencana dapat ditekan jelang Natal dan tahun baru (Nataru). Periode ini biasanya bertepatan dengan puncak curah hujan di wilayah Papua Barat.

    “Tujuan utama kita adalah melindungi masyarakat dari dampak bencana dan memastikan kesiapsiagaan berjalan baik menjelang Nataru,” tutupnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba S.IP, M.Si resmi melauncing jersey baru tim kebanggaan masyarakat Pegunungan...

    More like this

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba...

    Resmi! Ini Penampakan dan Makna Logo Pesparani Katolik IV Papua Barat 2026

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Logo Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat 2026 di Kabupaten Teluk...

    Baku Tembak Pecah di Aifat Selatan Maybrat, 2 TNI AL Gugur

    MAYBRAT, LinkPapua.id - Kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok sipil bersenjata pecah di...