OJK: Pasar Modal Indonesia Tahan Tekanan Global Sepanjang 2025

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pasar modal Indonesia mampu menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah guncangan ekonomi dan tensi geopolitik global sepanjang 2025. Kinerja pasar modal tetap solid dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar dan jumlah investor domestik yang melonjak signifikan.

“Pasar Modal Indonesia menunjukkan resiliensi dan daya saing yang semakin menguat. Capaian ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di industri pasar modal,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Inarno menyebut penguatan ini tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menembus level 8.644,26. Sektor pengelolaan investasi juga mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan yang positif meski dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter dunia.

Baca juga:  Inflasi Papua Barat 2,93 Persen November 2023, Kenaikan Harga Transportasi dan Makanan Tertinggi

“Capaian positif tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan pasar modal,” katanya.

Berdasarkan data OJK hingga 19 Desember 2025, IHSG tercatat tumbuh 22,10 persen secara year to date (ytd). Kapitalisasi pasar pun menembus angka Rp15.810 triliun atau meningkat 28,16 persen.

Data ini menunjukkan pasar modal Indonesia berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam Roadmap Pasar Modal dan RPJMN. Selain itu, penghimpunan dana sepanjang tahun mencapai Rp268,14 triliun dari 210 penawaran umum.

Baca juga:  OJK Beri Perlakuan Khusus Kredit untuk Debitur Korban Banjir-Longsor Sumatra

Pertumbuhan jumlah investor ritel juga mencetak rekor baru dengan total mencapai 20,2 juta SID. Menariknya, sekitar 79 persen dari total investor tersebut didominasi oleh generasi muda di bawah usia 40 tahun.

OJK juga berkomitmen menjaga integritas pasar dengan menjatuhkan ribuan sanksi terhadap pelanggaran administrasi maupun keterlambatan laporan. Total denda yang dikumpulkan sepanjang tahun ini mencapai Rp123,3 miliar.

Baca juga:  Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat 2,90 Persen, Ditopang Kontribusi Ekspor dan Konsumsi Pemerintah

Langkah pengawasan ketat ini dilakukan melalui ratusan pemeriksaan teknis dan pemeriksaan khusus atas dugaan pelanggaran. Hal ini bertujuan untuk memastikan pasar modal Indonesia tetap kredibel dan tepercaya bagi investor.

Menatap tahun 2026, OJK telah menyiapkan empat agenda strategis untuk memperkuat ekosistem pasar modal. Fokus utama meliputi pendalaman pasar, integritas, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan keuangan berkelanjutan.

Lembaga pengawas ini pun mengajak seluruh pelaku industri untuk terus bersinergi mendukung program strategis nasional. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif ke depannya. (LP14/red)

Latest articles

Penduduk Miskin Papua Barat Capai 98.460 Orang di Maret 2026, Terbanyak...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Jumlah penduduk miskin di Papua Barat mencapai 98.460 orang pada Maret 2026. Mayoritas penduduk miskin tersebut berada di wilayah perdesaan dengan...

More like this

Bank Papua dan HIPMI Papua Barat Perkuat Kolaborasi, Dorong Pelaku UMKM Akses KUR

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bank Papua memperkuat kolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua...

OJK Optimalkan SLIK, Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

JAKARTA, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengoptimalkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk...

OJK Edukasi 219 Ribu Warga Papua Barat dan PBD, Perkuat Literasi Keuangan-Pelindungan Konsumen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD)...