26.4 C
Manokwari
Selasa, Maret 24, 2026
26.4 C
Manokwari
More

    Papua Barat dan Papua Barat Daya Kompak Inflasi di September, Ini Rinciannya

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua provinsi di tanah Papua sama-sama mencatat inflasi pada September 2025. Papua Barat mencatat inflasi 1,02 persen, sementara Papua Barat Daya 1,30 persen.

    Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi year on year (y-on-y) Papua Barat sebesar 1,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,51. Hampir seluruh kelompok pengeluaran menjadi penyumbang kenaikan harga.

    “Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran,” tulis BPS dalam laporan resmi dikutip LinkLapua.id, Sabtu (4/10/2025).

    Baca juga:  Konsolidasi Kader, Partai Golkar Bintuni Optimistis Menang di Pileg 2024

    Kenaikan harga tertinggi di Papua Barat berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,99 persen. Disusul kelompok restoran 4,07 persen, pendidikan 2,80 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya 2,50 persen.

    Sementara itu, kelompok yang mengalami penurunan adalah perlengkapan rumah tangga sebesar 1,15 persen dan transportasi sebesar 1,57 persen. Adapun inflasi month to month (m-to-m) Papua Barat pada September tercatat 0,97 persen dan year to date (y-to-d) 0,53 persen.

    Baca juga:  Ali Baham Serahkan Penghargaan kepada 31 Pemenang Lomba Desain Motif Batik

    Berbeda tipis, Papua Barat Daya mencatat inflasi y-on-y sebesar 1,30 persen dengan IHK 107,04. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Sorong Selatan sebesar 2,49 persen dan terendah di Kota Sorong sebesar 0,83 persen.

    “Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sorong Selatan sebesar 2,49 persen dengan IHK sebesar 111,25 dan inflasi terendah terjadi di Kota Sorong sebesar 0,83 persen dengan IHK sebesar 106,79,” tulis BPS.

    Baca juga:  BPS Papua Barat Gelar Workshop Wartawan Tingkatkan Literasi Statistik

    Penyumbang inflasi terbesar di Papua Barat Daya adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,26 persen. Disusul kelompok restoran 2,84 persen, kesehatan 1,83 persen, serta transportasi 1,38 persen.

    Sementara itu, penurunan harga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,35 persen serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,83 persen. BPS mencatat Papua Barat Daya justru mengalami deflasi m-to-m 0,11 persen, sedangkan inflasi y-to-d sebesar 1,60 persen. (*/red)

     

    Latest articles

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba S.IP, M.Si resmi melauncing jersey baru tim kebanggaan masyarakat Pegunungan...

    More like this

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba...

    Resmi! Ini Penampakan dan Makna Logo Pesparani Katolik IV Papua Barat 2026

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Logo Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat 2026 di Kabupaten Teluk...

    Baku Tembak Pecah di Aifat Selatan Maybrat, 2 TNI AL Gugur

    MAYBRAT, LinkPapua.id - Kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok sipil bersenjata pecah di...