27.2 C
Manokwari
Senin, Maret 30, 2026
27.2 C
Manokwari
More

    Pasar Sanggeng Manokwari Jadi Harapan Mama-Mama Papua Lepas dari Panas dan Hujan

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Pembangunan Pasar Sanggeng di Manokwari, Papua Barat, disambut antusias para pedagang asli Papua. Pasar ini menjadi harapan baru bagi mama-mama Papua agar bisa berjualan di tempat yang layak, terlindungi dari panas, hujan, dan risiko di pinggir jalan.

    Salah satu pedagang, Bertha Wanggai, berharap pasar yang baru selesai dibangun ini benar-benar diprioritaskan untuk mengakomodasi pedagang asli Papua. Selama ini, banyak mama-mama Papua berjualan di lokasi terbuka seperti kawasan Borobudur hingga di pinggiran Jalan Sanggeng.

    Baca juga:  Dari HUT Brigif 26/GP, Dedikasikan Lapangan Tembak untuk Petrus Kasihiw

    “Kami hanya duduk di pinggir jalan karena tidak ada tempat lain. Kadang hujan, panas, bahkan diusir. Dengan pasar baru ini, kami ingin benar-benar ditempatkan di dalam, bukan dibiarkan berjualan di luar lagi,” kata Bertha, Rabu (26/11/2025).

    Bertha menegaskan pasar yang telah selesai dibangun harus segera dioperasikan secara benar untuk mengakomodasi mama-mama Papua terlebih dahulu. Menurutnya, pedagang asli Papua perlu diprioritaskan agar mereka merasakan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

    Baca juga:  Lewat PONED, LNG Tangguh Dukung Kesehatan Ibu dan Bayi di Fakfak

    “Mama-mama Papua harus dinomorsatukan dulu. Setelah kami dapat tempat yang layak, barulah pedagang yang lain bisa masuk supaya semua seimbang,” tuturnya.

    Dia juga menilai penataan harus dilakukan secara konsisten oleh pemerintah daerah. Pasar yang sudah dibangun, menurutnya, tidak boleh dibiarkan kosong sementara mama-mama tetap menyebar di luar.

    “Harapan kami, setelah pasar ini benar-benar dibuka, tidak ada lagi mama-mama yang dibiarkan berjualan di luar. Semua harus diarahkan masuk supaya tertib dan aman,” tuturnya.

    Baca juga:  Pembangunan Pasar Sanggeng, Pedagang Direlokasi di Empat Titik

    Bertha menambahkan mama-mama Papua ingin kepastian, bukan sekadar janji. Pasar baru dianggap sebagai simbol penghargaan terhadap peran perempuan Papua dalam ekonomi rakyat.

    “Jangan hanya bangun pasar tapi kami tetap di trotoar. Itu yang kami tidak mau lagi. Kami ingin tempat yang aman, layak, dan menghargai kami sebagai mama-mama Papua,” ucapnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Polres Teluk Bintuni Gelar Apel Pagi dan Halalbihalal Usai Libur Lebaran

    0
    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Polres Teluk Bintuni, Papua Barat, melaksanakan apel pagi perdana pascalibur Lebaran Idulfitri 1447 H/2026 M yang dirangkaikan dengan momen halalbihalal...

    More like this

    Polres Teluk Bintuni Gelar Apel Pagi dan Halalbihalal Usai Libur Lebaran

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Polres Teluk Bintuni, Papua Barat, melaksanakan apel pagi perdana pascalibur...

    Sepekan Pasca Lebaran, PELNI Telah Angkut 153 Ribu Penumpang Arus Balik

    JAKARTA, Linkpapua.id-PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memastikan arus balik Angkutan Lebaran...

    Wakapolda Papua Barat Hadiri Wisuda UNCRI, Wujud Dukungan dalam Pengembangan SDM

    MANOKWARI, Linkpapua.id– Sebagai wujud komitmen Polri dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah,...