27.3 C
Manokwari
Selasa, Maret 24, 2026
27.3 C
Manokwari
More

    Pemprov Papua Barat Tegaskan APBD Papua Barat Pro-OAP dan Wilayah 3T

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menegaskan telah mengalokasikan anggaran daerah secara konsisten untuk keberpihakan kepada orang asli Papua (OAP) dan pembangunan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Penegasan ini disampaikan untuk merespons Fraksi Bangkit Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPR Papua Barat yang menekankan pentingnya pemerataan pembangunan.

    Pemprov mengklaim sudah mengalokasikan anggaran bagi dinas teknis untuk pemerataan pembangunan yang menyasar wilayah pedalaman dan distrik. Alokasi ini dilakukan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

    “Kami sepakat dan mengklaim telah mengalokasikan anggaran pada dinas teknis sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani saat membacakan jawaban gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPR Papua Barat dalam rapat paripurna pembahasan RAPBD 2026 di Hotel Aston Niu, Manokwari, Senin (12/12/2025).

    Baca juga:  Deadline Besok, Tersisa Satu Ranperda Belum Dibahas Bapemperda Papua Barat

    Lakotani menjelaskan bahwa perencanaan dan penganggaran daerah telah disusun secara konsisten dengan RPJMD Papua Barat 2025-2029 yang mencakup penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan layanan dasar kesehatan dan pendidikan, serta pembangunan infrastruktur dasar. Dia menambahkan, seluruh tahapan perencanaan, penganggaran, hingga penatausahaan keuangan daerah telah terintegrasi melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) RI.

    Menurutnya, integrasi tersebut menjamin pengelolaan APBD berjalan konsisten, efisien, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun demikian, Fraksi NasDem Bersatu mengingatkan bahwa konsistensi dokumen perencanaan tidak otomatis menjamin keberpihakan nyata di lapangan.

    Hal ini terutama bagi OAP dan masyarakat di wilayah 3T yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses layanan dasar dan infrastruktur. Sorotan berikutnya diarahkan pada sempitnya ruang fiskal daerah.

    Baca juga:  PKS Target Rebut Satu Fraksi di DPR Papua Barat

    DPR menilai tingginya belanja pegawai serta menurunnya dana transfer ke daerah berdampak langsung pada terbatasnya belanja modal yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Pemprov daerah mengakui kondisi tersebut sebagai tantangan utama dalam pengelolaan APBD.

    “Keterbatasan ruang fiskal menjadi kendala serius, terutama dalam upaya menekan belanja pegawai dan meningkatkan belanja modal secara signifikan,” kata Lakotani.

    Meskipun sepakat dengan DPR soal pentingnya optimalisasi belanja modal, Pemprov belum merinci langkah konkret untuk menggeser struktur belanja. Penggeseran ini bertujuan agar anggaran menjadi lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

    Selain itu, Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) menyoroti struktur PAD Papua Barat yang masih sangat bergantung pada bagi hasil sumber daya alam (SDA). Kondisi ini mencerminkan lemahnya kemandirian fiskal dan rentannya APBD terhadap fluktuasi sektor ekstraktif.

    Baca juga:  Selain Oknum Perwira Polisi, BNN PB Tetapkan Pemilik Hotel Tersangka Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

    Menanggapi hal itu, Pemprov menyatakan akan terus mendorong diversifikasi sumber penerimaan daerah serta memperkuat ekonomi lokal agar ketergantungan terhadap SDA dapat dikurangi. Namun, DPR mengingatkan bahwa transformasi ekonomi membutuhkan kebijakan afirmatif yang jelas, terutama bagi pelaku ekonomi orang asli Papua.

    Isu transparansi pemanfaatan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) juga menjadi perhatian. DPR meminta agar SiLPA digunakan untuk kegiatan strategis dengan prinsip kehati-hatian fiskal.

    “Pemanfaatan SiLPA akan diarahkan pada program prioritas, dengan catatan sebagian SiLPA merupakan dana khusus yang wajib dianggarkan kembali sesuai peruntukannya dan berada di bawah pengawasan ketat pemerintah pusat,” ucap Lakotani. (LP14/red)

    Latest articles

    Ranking FIFA ASEAN: Thailand Masih Raja, Indonesia Salip Malaysia

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara mengalami pergeseran drastis dalam rilis peringkat FIFA terbaru per Maret 2026. Timnas Indonesia sukses menyalip...

    More like this

    Resmi! Ini Penampakan dan Makna Logo Pesparani Katolik IV Papua Barat 2026

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Logo Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat 2026 di Kabupaten Teluk...

    Baku Tembak Pecah di Aifat Selatan Maybrat, 2 TNI AL Gugur

    MAYBRAT, LinkPapua.id - Kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok sipil bersenjata pecah di...

    Kompak! Pimpinan Pemprov dan DPRP Papua Barat Kumpul di Open House Wagub

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Pimpinan Pemprov dan DPRP Papua Barat menunjukkan kekompakan dalam perayaan Lebaran...