Reses DPRK Teluk Wondama, Warga Wasior Curhat soal Krisis Air-Ekonomi Lesu

Published on

TELUK WONDAMA, LinkPapua.com – Krisis air bersih dan lesunya pertumbuhan ekonomi menjadi keluhan warga Distrik Wasior saat menyampaikan aspirasi saat reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Wondama dari daerah pemilihan (dapil) III.

Dalam reses yang dipusatkan di aula kantor Distrik Wasior, Rabu (23/3/2025), warga menyuarakan keresahan atas sulitnya akses air bersih meskipun infrastruktur pipa sudah dibangun di beberapa titik. Keluhan juga datang terkait kondisi ekonomi masyarakat yang dianggap tidak berkembang meski daerah telah berusia lebih dari dua dekade.

“Kabupaten Teluk Wondama ini sudah 22 tahun, tapi manusianya masih merayap karena ekonomi tidak jalan baik. Jadi, perlu ada perda (peraturan daerah) tentang harga (ganti rugi) tanah maupun tanaman tumbuh. Masa tanah satu meter Rp20 ribu. Itu sama saja dengan beli kerupuk,” ujar Yesaya Worisio, tokoh masyarakat Kampung Ramiki.

Baca juga:  Pemkab Wondama Desak Pemprov PB Terbitkan Juknis Pemilihan DPRK Jalur Otsus

Senada, Kepala Kampung Maniwak, Metuzalem Paduai, menyoroti persoalan air bersih yang tak kunjung tuntas. Dia mengatakan, meski jaringan pipa telah dibangun, air tidak mengalir ke rumah warga.

“Air bersih ini masalah yang tidak pernah habis. Kita lihat di Kampung Maniwak, itu ada banyak pipa, tapi tidak ada air (mengalir). Jadi, banyak masyarakat yang sulit dapatkan air bersih. Ini mohon Bapak dan Ibu Dewan bisa mengupayakan supaya ada perhatian untuk air bersih ini,” katanya.

Baca juga:  25 Anggota DPRK Wondama Resmi Dilantik, Bupati Hendrik Harap jadi Pengawal Aspirasi Rakyat

Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan rumah layak huni, penataan pasar, perbaikan layanan kesehatan, bantuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa yang bersekolah di luar daerah, serta penyelesaian sertifikat hak milik rumah hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang Wasior 2010.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRK Teluk Wondama sementara, Yuliana Manupapami, menegaskan seluruh usulan akan menjadi perhatian khusus, terutama dari anggota DPRK dapil III.

Baca juga:  DPRK Wondama Ajukan 8 Raperda, Ada Soal Pajak Hingga Pasar Modern

Menurutnya, tindak lanjut akan dilakukan melalui rapat kerja komisi dengan instansi terkait, penyampaian dalam pandangan fraksi di sidang paripurna, hingga konsultasi dengan pimpinan daerah.

“Namun, sebagai wakil rakyat kami akan kawal sehingga harus ada yang bisa diakomodir menjadi program dan kegiatan yang nanti dilaksanakan pada tahun 2026 atau tahun-tahun berikutnya secara bertahap,” ucap politisi Partai Golkar ini.

Kegiatan ini merupakan reses pertama anggota DPRK Teluk Wondama periode 2024–2029 untuk dapil III dan diikuti delapan anggota dewan. (rex/red)

Latest articles

Gubernur Papua Barat Ajak Tokoh Agama-Adat Dukung Gerakan Ayo ke Posyandu

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan mendukung gerakan 'Ayo ke Posyandu'....

More like this

Wabup Bintuni Buka Turnamen Bulu Tangkis Kapolres Cup, 126 Peserta Bersaing 

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara membuka secara resmi...

Laporan terhadap Tiga Pengurus BKMT Dihentikan, Kuasa Hukum Sebut Murni Sengketa Internal

MANOKWARI, Linkpapua.id-Polda Papua Barat menghentikan penyelidikan atas laporan tindak pidana terhadap 3 pengurus dan...

Kapolresta Manokwari Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Utama dan Kapolsek

MANOKWARI, Linkpapua.id- Kapolresta Manokwari, Kombes Pol Ongky Isgunawan, memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab)...