Soal Nasib Honorer Pemkab Teluk Bintuni, Bupati: Jangan Sampai Kita Gaji Pengangguran

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com- Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, memimpin rapat dengan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni untuk membahas nasib tenaga honorer.

Dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati, Distrik Menimeri, Jumat (3/9/2021), ini juga turut hadir Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Teluk Bintuni.

Petrus pada kesempatannya menyampaikan beberapa hal sebelum menindaklanjuti kebijakan merumahkan tenaga kerja honorer.

Pertama, berkaitan dengan dasar pembiayaan. “Dasar pembiyaan honorer ini nanti akan berada dalam pos mana? Yang nanti akan dijelaskan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),” kata Petrus.

Kedua, alokasi kemampuan pembiayaan, kata Petrus, harus realistis agar jangan sampai menerima banyak, tetapi tidak mampu untuk membayar.

Baca juga:  Gubernur Papua Barat: Korupsi Merupakan Kejahatan Luar Biasa Yang Harus Diberantas

Ketiga kebutuhan tiap OPD. “Bukan keinginan OPD, ya, tetapi kebutuhan. Kalau memang salah satu OPD dalam melaksanakan tugasnya sangat membutuhkan honorer itu yang diharapkan. Tetapi, kalau honorer yang dimaksud hanya datang duduk habis bulan terima gaji, yang seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Karena sama saja kita membiayai pengangguran,” beber Petrus.

Petrus melanjutkan, di OPD tertentu, keberadaan honorer memang sangat dibutuhkan, seperti pelayanan umum, kesehatan, dan pendidikan. “Itu yang kita prioritaskan. OPD yang bekerja dalam rangka meningkatkan retribusi dan pajak itu, kita utamakan honorer yang berada di situ,” terangnya.

Baca juga:  Polres Teluk Bintuni Bekuk 2 Pengedar Narkoba Saat Transaksi

“Sedangkan kalau yang sifatnya hanya staf dan umum, harus kita hitung dengan baik. Karena kita tidak terlalu membutuhkan tenaga honorer di situ. Ada tenaga CPNS yang baru saja menerima SK, yang bisa kita pergunakan. Untuk itu sekali lagi saya ingatkan setiap OPD dalam merekrut honorer harus berdasarkan kebutuhan, jangan karena keinginan,” katanya.

Petrus juga mengingatkan agar proses verifikasi diperbaiki. Sebab, jumlah tenaga honor akan berpengaruh pada alokasi dana yang harus siapkan untuk membayar gaji mereka.

“Jangan sampai jumlah honorer sama dengan jumlah PNS, minimal kita tekan dari setengah jumlah PNS yang ada di setiap OPD dan honor SK Bupati harus diperbaiki setiap tahun bukan lima tahun sekali,” pungkasnya.

Baca juga:  Upacara Pedang Pora Iringi Pelepasan AKP Petrus Abraham Tahitu

Sementara itu, Asisten III Pemkab Teluk Bintuni, Izaak Laukoun, yang mengurus tenaga honorer mengatakan, pengangkatan dan penempatan tenaga kontrak atau honor 2021 sesungguhnya sudah beres.

Konsepnya, kata dia, sudah ada dan tinggal diperbaiki lalu ditandatangani oleh Bupati.

“Sampai hari ini baru saya terima dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, jadi honor yang saya terima keseluruhan berjumlah 2.491 orang termasuk dari setiap 31 OPD, Distrik, UPTD, AMB, dan kelistrikan,” rinci Izaak. (LP5/red)

Latest articles

Wakil Kepri, Jateng, dan Papua Tengah Gagal Tampil di Pesparawi XIV,...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Panitia menyiapkan penghargaan bagi tiga kontingen dari Kepulauan Riau (Kepri), Jawa Tengah (Jateng), dan Papua Tengah yang gagal tampil pada ajang...

More like this

Pemkab Bintuni Lanjutkan Pembangunan Jalan 2 Jalur ke Kantor Bupati, Siapkan Rp95 Miliar

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, melanjutkan pembangunan jalan...

Dihadiri Wabup Joko, Muslimat NU Bintuni Meriahkan Tahun Baru Islam dengan Jalan Santai

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua...

Wabup Bintuni Lepas 70 Anggota Kafilah MTQ XI Papua Barat ke Kaimana: Jaga Kekompakan!

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara melepas 70 anggota...