MANOKWARI, LinkPapua.id – TP PKK, Dekranasda, dan Posyandu Papua Barat meninggalkan tradisi rapat seremonial panjang dengan memilih refleksi spiritual sebagai pembuka kalender kerja 2026. Langkah ini menjadi fondasi awal untuk memastikan seluruh program pemberdayaan masyarakat di Tanah Papua berjalan lebih terukur dan disiplin sepanjang tahun.
“Puji Tuhan dan alhamdulillah karena kasih dan kebaikan Tuhan kita semua boleh melewati tahun 2025 dan memasuki tahun 2026. Penyertaan Tuhan inilah yang menjadi kekuatan kita untuk bekerja lebih baik,” ujar Ketua TP PKK Papua Barat, Juliana A Mandacan, di Auditorium PKK Papua Barat, Selasa (13/1/2026).
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk ibadah dan pengajian bersama yang digelar secara paralel di gedung yang sama. Agenda ini sengaja dirancang untuk memperkuat ikatan emosional serta spiritual antar pengurus lintas lembaga.
“Kita tidak ingin kegiatan hanya ramai di awal, tetapi lemah dalam pelaksanaan. Semua harus terjadwal, tertib, dan dipersiapkan dengan baik,” kata Juliana.
Juliana juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran dan ketepatan waktu dalam mengeksekusi setiap program kerja. Dia menekankan agar tidak ada lagi kegiatan yang bersifat dadakan tanpa perencanaan yang matang.
Refleksi awal tahun ini sekaligus menjadi potret toleransi nyata di lingkungan pemerintahan Papua Barat. Umat kristiani melaksanakan ibadah di lantai dasar, sementara pengajian bagi muslim berlangsung di lantai dua secara bersamaan.
Kebersamaan lintas iman ini diharapkan menjadi suntikan energi bagi pengurus untuk melayani masyarakat lebih optimal. Seluruh pimpinan lembaga berkomitmen agar setiap program pemberdayaan benar-benar menyentuh kebutuhan warga di tingkat bawah.
Pertemuan perdana ini menjadi penanda dimulainya pola kerja baru yang mengedepankan disiplin organisasi. PKK, Dekranasda, dan Posyandu Papua Barat kini siap menyongsong agenda pelayanan dengan manajemen yang lebih tertata. (LP14/red)








