25.3 C
Manokwari
Sabtu, Februari 7, 2026
25.3 C
Manokwari
More

    Tekan Stunting, Pemprov Papua Barat Lanjutkan Intervensi di 3 Titik

    Published on

    MANOKWARI, Linkpapua.com – Satuan Tugas Penanganan Stunting Pemprov Papua Barat melanjutkan intervensi di tiga titik di Kabupaten Manokwari, Kamis (18/7/2024). Intervensi dilakukan dengan menyalurkan bantuan bahan makanan.

    Salah satu titik yang disisir Satgas adalah Kampung Sumber Boga Sp 7. Di wilayah ini ditemukan 6 kasus stunting.

    Kepala Kampung Sumber Boga Slamet Iriyandi melaporkan, kasus stunting bisa ditekan meski tak signifikan. Saat ini masih ada 6 kasus.

    “Kami dan beserta petugas puskesmas Sumber Boga telah menangani kasus stunting ini. Hal ini juga atas kerja sama semua pihak mulai dari distrik, puskesmas, satgas. Kami menangani kasus stunting di kampung sumber boga menggunakan dana desa,” ujar Slamet.

    Baca juga:  HUT Himpaudi, Bupati Manokwari Sebut Guru PAUD Penentu Masa Depan Bangsa

    Menurut Slamet, selain stunting, kasus miskin ekstrem juga masih ada di wilayahnya. Berdasarkan data kata Slamet, terdapat 2 keluarga yang mendapat bantuan untuk keluarga miskin ekstrem.

    “Saya sangat berterima kasih kepada distrik, Satgas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Papua Barat dan juga Bapak Gubernur yang telah memilih kampung kami sebagai tempat dalam intervensi stunting. Harapannya stunting dan kemiskinan ekstrem di Kampung Sumber Boga 0%,” ucap Slamet.

    Kepala Satgas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Papua Barat Abdul Latif Suara mengatakan bahwa agenda Indonesia Emas 2045 sudah digaungkan oleh Presiden hingga ke kampung-kampung. Maka untuk menyambut masa emas itu Indonesia harus sehat. Kasus stunting harus diselesaikan.

    Baca juga:  Pesan Pemprov ke Plt Kepala BPBD Papua Barat: Garda Terdepan Saat Bencana

    “Bagaimana kita mau menyambut Indonesia Emas 2045 jika generasi yang sekarang kena stunting, sedangkan masa produktif itu berkisar 25-40 tahun maka anak-anak kita inilah yang akan mendapatkan masa pada Indonesia Emas 2045 nanti,” jelas Suaeri.

    Ali Baham Dorong Perbaikan Gizi

    Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, prevalensi stunting di Papua Barat masih di atas 20%. Masih dibutuhkan kerja keras agar bisa turun di angka 14%.

    Baca juga:  Tradisi Pedang Pora dan Prosesi Adat Sambut Kapolres Baru Mansel, Bupati Ungkap Masyarakat Antusias

    “Stunting sendiri dipengaruhi oleh beberapa sebab. Di antaranya asupan gizi, keadaan lingkungan dan pola pikir,” jelas Ali Baham.

    Ali menuturkan pernikahan dini juga menjadi sebab anak yang dikandungnya mengalami gangguan kesehatan. Hal ini dikarenakan kondisi ibu yang belum siap hamil karena belum produktif.

    “Mari kita jaga anak-anak kita dengan kita beri pemahaman, pendidikan yang mencukupi agar anak-anak dapat tumbuh dengan baik dan jika dewasa menikah dapat mendidik anak-anaknya dengan baik pula,” tambah Ali Baham. (LP14/red)

    Latest articles

    Pamit dari Papua Barat, Irjen Johnny Isir Puji Sinergi TNI-Polri dan...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Irjen Pol Johnny Eddizon Isir melontarkan pujian mendalam bagi sinergi TNI-Polri dan masyarakat di momen perpisahannya sebagai Kapolda Papua Barat. Kolaborasi...

    More like this

    Pamit dari Papua Barat, Irjen Johnny Isir Puji Sinergi TNI-Polri dan Warga

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Irjen Pol Johnny Eddizon Isir melontarkan pujian mendalam bagi sinergi TNI-Polri...

    HUT Gerindra Ke-18, Lakotani Tegaskan Dampak Nyata di Papua Barat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Ketua DPD Gerindra Papua Barat Mohamad Lakotani menegaskan kehadiran partai harus...

    HUT Ke-18, Gerindra Papua Barat Beri Bantuan ke Panti Asuhan di Manokwari

    MANOKWARI, LinkPapua.id - DPD Gerindra Papua Barat merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-18 partai...