TP PKK Papua Barat Ajak Masyarakat Persiapkan Masa Depan Anak sejak Dalam Kandungan

Published on

PEGAF, LinkPapua.com – Pj Ketua TP PKK Papua Barat, Roma Megawanti Pasaribu, mengajak masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) mempersiapkan masa depan anak mulai dari kandungan.

Hal ini diungkapkan Roma saat kunjungan kerja ke Pegaf sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan, Jumat (18/8/2023).

Roma mengatakan masyarakat dapat memperkuat halaman guna bercocok tanah dalam rangka pemenuhan gizi keluarga.

“Masa depan kita ada pada anak anak kita, anak-anak yang sehat dan kuat. Untuk itu perlu disiapkan sejak dari dalam kandungan dan masa pertumbuhan emasnya sampai usia lima tahun dengan gizi yang cukup. Jika kita punya mimpi besar, harus berjuang dengan keras dan andalkan Tuhan,” ujarnya.

Baca juga:  Buka Rakor FKUB, Dominggus Mandacan: Pelita Harus Ciptakan Kerukunan Antarumat

Bantuan melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Papua Barat diserahkan kepada masyarakat, di antaranya bibit ayam potong 500 ekor kepada 5 kelompok, serta bibit tanaman wortel, cabai, tomat, jagung, kangkung, dan ketimun.

Bupati Pegaf, Yosias Saroy, mengapresiasi perhatian TP PKK Papua Barat kepada masyarakat Pegaf. Menurutnya, dalam proses pembangunan menyangkut sarana dan prasarana diperlukan kerja sama antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Baca juga:  Korupsi Pengadaan Tanah Rp3,087 M Belum Diselesaikan, LP3BH Minta Kejelasan Kejari Manokwari

Soal intervensi percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem di daerahnya, ia mengajak para ibu-ibu saat dalam masa mengandung wajib memeriksa kesehatan secara rutin.

Di samping itu, pemberian asupan makanan bergizi, seperti susu, telur, dan sayur juga sangat penting bagi pengembangan anak.

“Kita harus periksa diri, ibu-ibu dan nona-nona usia produktif, aturannya untuk menikah minimal usia harus 19 tahun. Jangan bilang nanti adat dan lain-lain. Kita perlu sosialisasi, pendekatan melalui gereja. Kita ubah mindset seperti itu. Jangan pikir ini harta jadi kasih kawin muda-muda,” tuturnya.

Baca juga:  Stunting Turun, Jacob Fonataba Sebut Kemiskinan Ekstrem Kini Jadi 'PR' Papua Barat

Selain pemeriksaan kesehatan, ia juga menginstruksikan kepada masyarakat untuk pemanfaatan lahan bercocok tanam agar menjadi budaya.

“Peran OPD teknis wajib memberikan pendampingan secara berjenjang. Kelompok tani harus didukung, didampingi agar bisa maju,” ucapnya. (LP9/Red)

Latest articles

27 Kontingen Bersaing di Kategori Musik Pop Gerejawi Pesparawi Nasional XIV

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 27 kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia bersaing dalam kategori lomba musik pop gerejawi (MPG). Rangkaian kompetisi musik modern bertema...

More like this

27 Kontingen Bersaing di Kategori Musik Pop Gerejawi Pesparawi Nasional XIV

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 27 kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia bersaing dalam kategori...

Hari Pertama Pesparawi XIV, Ketua Persit KCK Kasuari Puji Penampilan-Semangat Pelayanan Peserta

MANOKWARI, LinkPapua.id - Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah XVIII/Kasuari, Mevi Christian Tehuteru,...

PSA Jawa Timur Tampilkan Harmonisasi Matang di Pesparawi Nasional XIV

MANOKWARI, LinkPapua.id - Kontingen paduan suara anak (PSA) Provinsi Jawa Timur menyajikan penampilan yang...