28.4 C
Manokwari
Sabtu, Februari 7, 2026
28.4 C
Manokwari
More

    Tunggak Iuran 10.407 Peserta BPJS Kesehatan, Ini Alasan BPKAD Teluk Bintuni

    Published on

    BINTUNI, Linkpapua.com- Tunggakan iuran BPJS Kesehatan (BPJS-Kes) yang jadi tanggungan Pemkab Teluk Bintuni mencapai 10.407 jiwa. Jumlah itu terdiri atas peserta kategori Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Bukan Pekerja (BP) yang iurannya wajib dibayar pemerintah daerah.

    Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, Deny Jermi Eka Putra, mengungkapkan tunggakan tersebut sampai saat ini belum dibayarkan ke mitra-mitra penyedia fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas.

    Hal tersebut disampaikan Deny saat evaluasi pelakasanaan program jaminan kesehatan nasional BPJS Kesehatan dengan pemangku kepentingan utama di Teluk Bintuni yang berlangsung di Kantor Bupati Teluk Bintuni, Distrik Menimeri, Kamis (9/9/2021).

    Baca juga:  Sosialisasi Dimulai, Pansel DPRK Bintuni Harap LMA Selektif Pilih 3 Figur

    “Ini yang kami harap ada solusinya dari pemerintah daerah. Karena jika sampai akhir tahun tidak dibayarkan, maka kepesertaan ini akan dinonaktifkan,” ujar Deny.

    Deny melanjutkan, jika tunggakan yang ada saat ini tidak dibayarkan hingga akhir tahun nanti atau pada Desember 2021, nilainya akan terus membengkak dan diperkirakan mencapai Rp4,7 miliar.

    Menanggapi hal ini, Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, yang mengikuti kegiatan virtual mengatakan, tunggakan adalah kewajiban pemerintah daerah yang mesti diselesaikan. Persoalan inipun akan menjadi perhatian.

    Baca juga:  Warga Kota Manado Apresiasi Pelayanan Kesehatan dan SKCK Gratis Sambut Hari Bhayangkara ke-79

    “Temuan tunggakan ini akan menjadi beban pemerintah yang harus diselesaikan. Karena ini sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah (pemda),” kata Petrus.

    Petrus berharap, dengan pertemuan ini dapat menjawab semua persoalan yang terjadi selama ini. “Kita tingkatkan sesuai dengan kondisi dan kemampuan daerah kita. Mungkin itu yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini,” tuturnya.

    “Kiranya hasil evaluasi ini memberikan masukan perbaikan kinerja dalam pelayanan yang terjangkau bagi masyarakat Teluk Bintuni. Bila perlu kita harus bisa memberikan pelayanan kesehatan secara gratis,” imbuhnya.

    Baca juga:  Pembahasan APBD-P Teluk Bintuni, Proyeksi Pendapatan dan Belanja Daerah Turun

    Sementara itu, Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Teluk Bintuni, Jefri Pattinusa, mengakui pemerintah daerah belum membayar iuran BPJS Kesehatan.

    Hal ini, kata dia, karena peralihan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang menyebabkan tim anggaran harus menyesuaikan penempatan pos-pos anggaran.

    “Belum dibayar karena saat penempatan pos-pos anggaran deadline waktu kita habis. Nanti kita akan bayarkan setelah sidang APBD perubahan 2021,” tuturnya. (LP5/red)

    Latest articles

    Brigjen Pol Alfred Papare Jabat Kapolda Papua Barat, Janji Tingkatkan Layanan

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id- Brigjen Pol Alfred Papare S.I.K resmi menjabat sebagai Kapolda Papua Barat mengantikan Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., yang Menjabat sebagai...

    More like this

    Brigjen Pol Alfred Papare Jabat Kapolda Papua Barat, Janji Tingkatkan Layanan

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Brigjen Pol Alfred Papare S.I.K resmi menjabat sebagai Kapolda Papua Barat mengantikan...

    Polda Papua Barat Gelar Rangkaian Penyambutan Kapolda Hingga Penyerahan Pataka

    ‎MANOKWARI, Linkpapua.id-Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menggelar parade penyambutan Kapolda Papua Barat yang baru,...

    Kejadian Bocah di NTT Bunuh Diri, Haryono May: Ini Tamparan dan Pembelajaran

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Kejadian memilukan pada seorang bocah 10 tahun di Ngada Nusa Tenggara Timur...