Satgas: Tak ada keluhan serius pasca vaksinasi COVID-19 di Papua Barat

Published on

MANOKWARI, Linkpapuabarat.com- Sejauh ini tidak ada laporan terkait keluhan serius dari peserta vaksinasi COVID-19 di Papua Barat yang dimulai pada Kamis pekan lalu.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap, Jumat (22/1), mengutarakan bahwa Komite Daerah Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (Komdakipi) sudah terbentuk di provinsi ini. Di setiap daerah pun Komdakipi telah terbentuk.

“Sampai saat ini Komdakipi belum menerima laporan atau keluhan yang bersifat serius dari peserta vaksinasi COVID-19. Saya pun waktu itu divaksin dan saya beraktivitas seperti biasa sampai hari ini,” ucap Arnold.

Baca juga:  DPR Papua Barat Tetapkan 40 Propemperda 2023

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan pada Kamis (14/1) mencanangkan vaksinasi COVID-19 di provinsi tersebut. Pencanangan dilakukan di Manokwari dan diikuti sejumlah tokoh penting di daerah.

Pada vaksinasi tahap pertama ini ada sebanyak 3.367 tenaga kesehatan di Papua Barat yang disuntik vaksin sinovac. Mereka tersebar di tiga daerah yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Kota Sorong.

“Efek samping itu pasti ada, umumnya rasa nyeri pada bagian tubuh yang disuntik,bisa juga demam dan rasa gatal pada bagian kulit. Ini hal yang normal jadi tidak perlu panik,” katanya.

Baca juga:  30 Personil Polda Papua Barat BKO Ke Polres Fakfak  

Arnold menjelaskan setiap orang atau tubuh memiliki reaksi yang berbeda terhadap vaksin. Efek samping yang dialami para peserta vaksinasi COVID-19 di daerah ini merupakan gejala umum.

Vaksinasi tahap pertama di Papua Barat, kata Tiniap, belum bisa menjangkau seluruh tenaga kesehatan di Papua Barat. Tahap vaksinasi akan dilaksanakan pada Februari.

Baca juga:  Satgas : Waspadai penularan COVID-19 di tahapan kampanye

“Dari 13 kabupaten dan kota di Papua Barat tiga yang sudah melakukan vaksinasi. Tahap kedua vaksinasi akan dilakukan di 10 daerah yang belum,” katanya.

Arnold menyebutkan bahwa vaksinasi ini masih diprioritaskan bagi tenaga kesehatan. Vaksinasi bagi masyarakat umum masih menunggu kebijakan pemerintah pusat.

“Vaksinasi ini bagus dengan tujuan memberikan penguatan pada sistem imun tubuh. Kami mengajak masyarakat untuk mendukung dan jangan ragu untuk divaksin,” ujarnya lagi.(LPB1/red)

Latest articles

Sarjito Resmi Pimpin Pengawasan Bursa Mineral, OJK Targetkan BMKS Berjalan 2027

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Sarjito resmi menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode...

More like this

Wagub Papua Barat: Edi Budoyo Dedikasikan Hidup untuk Pembangunan Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani mengenang mantan Wakil Bupati...

Akses Informasi BLUD Belum Merata, Papua Barat Dorong Pembinaan Digital

MANOKWARI, LinkPapua.id – Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Barat mendorong pembinaan Badan...

Pemprov Papua Barat Gandeng Kejati Cegah Persoalan Hukum, Gubernur Singgung Sengketa Lahan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat...