25.4 C
Manokwari
Senin, Februari 9, 2026
25.4 C
Manokwari
More

    Disdik Papua Barat Tegaskan Seleksi Ketat SMA Taruna Kasuari Nusantara demi Jaga Kualitas

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.com – Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Abdul Fatah, menegaskan proses seleksi masuk SMA Taruna Kasuari Nusantara dilakukan secara ketat dan tidak bisa ditawar demi menjaga kualitas lulusan.

    Penegasan ini disampaikan dalam hearing bersama DPR Papua Barat (DPRPB) yang digelar Rabu (28/5/2025), menyikapi polemik calon siswa yang tidak lolos seleksi.

    Menurut Abdul Fatah, jika calon siswa yang sudah tidak lolos seleksi kembali diakomodasi, maka akan memunculkan persoalan baru. “Anak-anak yang tadinya ditolak karena tidak memenuhi persyaratan akan kembali menuntut. Mengapa mereka bisa, lalu kami tidak,” ujarnya.

    Baca juga:  Minta PON XX Kembali Ditunda, Wakil Ketua DPR PB: Fokus Tangani Covid-19

    Dia mengingatkan bahwa SMA Taruna Kasuari Nusantara adalah sekolah unggulan dengan sistem seleksi yang mengedepankan mutu. Sekolah ini, lanjutnya, dirancang untuk mencetak generasi unggul, khususnya dari Orang Asli Papua (OAP), yang mampu bersaing secara nasional, termasuk di Akmil dan Akpol.

    Abdul Fatah menjelaskan, proses penerimaan siswa telah disepakati antara dinas dan pihak sekolah dengan proporsi 80 persen OAP dan 20 persen non-OAP. Tahun ini, jumlah pendaftar mencapai 506 orang, terdiri atas 290 OAP, 207 non-OAP, dan 9 dari jalur prestasi. Namun, hanya 112 siswa yang akan diterima.

    Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat Luncurkan Pencanangan Imunisasi Hepatitis B untuk Nakes

    “Dalam rekrutmen siswa, sudah disepakati 80:20. Dalam proses perekrutan, dinas selalu berkoordinasi dengan sekolah. Tahun ini, pendaftar mencapai 506 orang yang teridiri atas 290 calon siswa OAP, 207 non-OAP, dan jalur prestasi 9. Akan diakomodir sebanyak 112 siswa,” katanya.

    Abdul Fatah juga mengungkapkan adanya tekanan dari sejumlah orang tua yang meminta anak mereka diluluskan meski tidak memenuhi syarat. Bahkan, ada kasus calon siswa yang tidak bisa membaca dan menulis.

    Baca juga:  Anggota DPR Papua Barat Minta Gubernur Maksimalkan OPD Ekonomi Hasilkan PAD

    Dalam kasus lain, lanjut dia, beberapa anak mengaku sengaja membuat masalah agar dikeluarkan dari sekolah karena tidak betah, lalu memprotes ke gubernur.

    Dia menekankan, kualitas lulusan SMA Taruna Kasuari Nusantara akan terus dievaluasi. Dia bahkan menyebut ada masukan dari sejumlah pihak bahwa jika kualitas lulusan tidak menunjukkan kemajuan, lebih baik kembangkan sekolah lain.

    “Lulusan pertama itu seleksinya sangat mudah sehingga hasilnya juga seperti itu. Jika semua anak-anak ini direkrut kembali, yakinlah pasti akan menimbulkan masalah,” tuturnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Proyek Makan Minum SMA Taruna Rp11 Miliar di Manokwari Diduga Tanpa...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggaran makan minum SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat menjadi sorotan lantaran diduga menyalahi prosedur pengadaan barang dan jasa. Aktivis mahasiswa...

    More like this

    Proyek Makan Minum SMA Taruna Rp11 Miliar di Manokwari Diduga Tanpa Lelang

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggaran makan minum SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat menjadi sorotan...

    Jajaran Polda Papua Barat Lepas Keberangkatan Irjen Isir yang Bertugas di Mabes Polri

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Suasana haru mewarnai pengantaran keberangkatan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Drs. Johnny...

    Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog Bagi Petani Jagung

    JAKARTA, Linkpapua.id- Polri menggelar rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan...