TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy (Anisto), melantik enam kepala kampung (kakam) di wilayah pesisir. Dia menekankan kepada kakam terpilih agar menjaga nilai-nilai religius dan keharmonisan sosial sebagai kunci utama pembangunan kampung.
Anisto menyampaikan penekanan ini usai melantik enam kakam di Kampung Sara, Distrik Kaitaro, Senin (8/12/2025). Dia meminta para kakam baru untuk menerjemahkan visi misi kepala daerah ke dalam program kampung.
“Bagi para kepala kampung yang baru saja dilantik, saya harapkan mampu menerjemahkan visi misi kepala daerah ke dalam program kampung, antara lain mampu menghadirkan kesejahteraan melalui peningkatan ekonomi keluarga, menjaga nilai-nilai religius dan keharmonisan sosial, memastikan keamanan kampung,” ujar.
Dia menjelaskan pola pelantikan kini diubah dari ibu kota kabupaten menjadi dipusatkan ke distrik. Perubahan ini dilakukan agar masyarakat bisa menyaksikan dan mendengar secara langsung sumpah janji pemimpinnya.

“Alhamdulillah.. Puji Tuhan hari ini kita bisa laksanakan pelantikan kepala kampung di distrik. Dengan demikian, masyarakat bisa datang menyaksikan secara langsung,” katanya.
Enam kakam yang dilantik berasal dari Distrik Kaitaro, Babo, dan Sumuri. Empat kakam dari Distrik Kaitaro meliputi Kepala Kampung Sara, Warga Nusa 1, Warga Nusa 2, dan Tugerama.
Dua kakam lainnya adalah Kepala Kampung Nusey Distrik Babo dan Kepala Kampung Materabu Jaya Distrik Sumuri. Sebelumnya, Bupati telah melantik 20 kakam di dataran Moskona yang dipusatkan di Distrik Merdey.
Anisto menambahkan kampung-kampung di pesisir Teluk Bintuni memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Wilayah pesisir kerap berhadapan dengan persoalan aksesibilitas dan keterbatasan infrastruktur.
Kondisi geografis yang dipengaruhi pasang-surut juga menyulitkan mobilitas warga. Oleh karena itu, Bupati meminta kakam hadir sebagai pemimpin yang mengayomi dan melayani.
“Karena itu, saya mengharapkan pelantikan ini menjadi titik awal hadirnya kepemimpinan kampung yang kuat, partisipatif, dan berorientasi pada hasil. Kepala Kampung bukan sekadar mengelola administrasi, namun harus hadir sebagai pemimpin yang mengayomi dan melayani,” ucapnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi simpul solusi atas permasalahan yang selama ini membayangi daerah pesisir. Dia berkomitmen agar kampung-kampung terdepan tidak boleh lagi berada di belakang dalam jalur pembangunan. (LP5/red)















