MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Ali Baham Temongmere, meminta Forum Perjuangan Reaktivasi Tim 315 fokus merumuskan program percepatan pembangunan daerah. Permintaan ini disampaikan Sekda saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) V Tim 315 di aula BPSDM Anday, Manokwari, Rabu (10/12/2025).
Ali Baham menegaskan Mubes harus menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi dan merumuskan langkah percepatan pembangunan. Program strategis ini penting demi menuju kesejahteraan masyarakat Papua Barat.
“Dalam Mubes ini diharapkan dapat dirumuskan program yang berkelanjutan, berfokus pada peningkatan kualitas layanan dasar, daya saing masyarakat, pemerataan infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.
Ali Baham mengajak seluruh anggota Tim 315 menjaga semangat persatuan dan kekeluargaan sebagai kekuatan utama. Dia menilai Mubes adalah forum yang tepat membahas optimalisasi pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus).
Sekda juga menekankan pentingnya peran generasi muda anak-anak pejuang pemekaran. Mereka harus terus berinovasi, menjadi agen perubahan positif, dan aktif terlibat dalam pembangunan daerah.
Ketua panitia Mubes, Max Simatau, menjelaskan bahwa Mubes tahun ini bertujuan melakukan penyegaran organisasi. Langkah itu untuk memperkuat kesinambungan perjuangan Tim 315.
Simatau menegaskan bahwa Tim 315 dibangun atas semangat persatuan sejati. Hubungan antaranggota harus tetap terjaga di mana pun mereka berada.
“Walaupun sekarang sudah ada pemekaran provinsi baru dan kemungkinan ke depan akan ada pemekaran lagi, namun tim ini tetaplah satu tim yang dulu berjuang bersama untuk Papua Barat,” katanya.
Mubes diikuti anggota Tim 315 dari seluruh kabupaten se-Papua Barat dan Papua Barat Daya. Kehadiran mereka merupakan bagian dari sejarah perjuangan bersama.
Simatau menambahkan Mubes akan berlangsung selama dua hari dengan agenda utama pemilihan pengurus baru. Agenda ini juga mencakup pembahasan arah organisasi dan program strategis Tim 315.
Simatau menekankan forum memberikan ruang setara bagi seluruh anggota untuk berpendapat dan memilih. Semua anggota memiliki hak yang sama.
“Semua memiliki hak yang sama. Tinggal bagaimana peserta melihat siapa yang paling layak memimpin organisasi ini ke depan,” sebutnya.
Simatau menutup dengan pesan agar perjuangan para pendahulu tidak terhenti. Perjuangan tersebut wajib diteruskan oleh generasi penerus Tim 315.
“Kami yang sudah tua tidak ingin generasi kami hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku dan memiliki peran dalam pemerintahan Papua Barat. Karena itu kami akan memperjuangkan peningkatan sumber daya manusia, termasuk akses beasiswa bagi anak-anak dan cucu-cucu kami,” ucapnya. (LP14/red)















