MANOKWARI, LinkPapua.id – FKIP Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) menggelar Pagelaran Seni I dan menyiapkan karya mahasiswa untuk diajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pihak kampus menilai langkah ini penting untuk menjaga orisinalitas karya.
“Pagelaran seni ini menjadi awal karena saat ini tentang pentingnya Ipteks, yaitu ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Pagelaran seni ini akan menjadi wadah seni bagi calon guru yang harapannya dapat ditularkan ke sekolah tempat mereka mengabdi nantinya,” ujar Dekan FKIP UM Papua Barat, Mokhammad Dedi Penta Putra, dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).
Acara berlangsung di Aula Utama UM Papua Barat, Kamis (11/12), yang sekaligus menjadi pagelaran perdana sejak terbitnya SK pendirian universitas. Kegiatan ini menyajikan tari kreasi, pembacaan puisi, dan lagu orisinal mahasiswa serta sanggar seni sekitar Arfai.
“Jika dari karya yang ditampilkan orisinalitasnya bisa dibuktikan, kami dari fakultas tentunya dengan dukungan Rektor UMPB akan mengajukan HKI bagi karya tersebut. Sekaligus sebagai pembelajaran kepada mahasiswa tentang pentingnya melindungi karya kita dengan mengajukan HKI,” kata Dedi.
Dia menyebut pengajuan HKI juga menjadi bentuk edukasi agar mahasiswa memahami pentingnya perlindungan karya. Upaya ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan karya kreatif.
Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, yang turut menghadiri acara mengapresiasi kreativitas mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini sebagai ruang implementasi ilmu.
“Kegiatan ini sangat positif, ilmu yang didapat di kelas bisa diimplementasikan di sini. Saya lihat ada stan UMKM juga, itu menarik sekali. Semoga bisa terus dilaksanakan setiap tahun,” ucapnya.
Rektor UM Papua Barat, Hawa Hasan, berharap pelibatan sekolah dapat diperluas pada pagelaran berikutnya. Dia ingin kegiatan ini menjadi rumah ekspresi seni bagi semua kalangan.
Dia menyebut dengan dukungan kampus dan pemerintah daerah, pagelaran seni ini menjadi tonggak awal tradisi seni tahunan di UM Papua Barat. Menurutnya, kegiatan ini memperkuat identitas kampus sebagai pusat kreativitas mahasiswa Papua Barat. (*/red)








