27.3 C
Manokwari
Sabtu, Maret 28, 2026
27.3 C
Manokwari
More

    Anggota DPR RI Cheroline Sosialisasi 4 Pilar ke Pelajar Manokwari, Tekankan Cegah Bullying

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota DPR RI Cheroline Chrisye Makalew menekankan pencegahan bullying saat menyosialisasikan 4 pilar kebangsaan kepada ratusan pelajar SMA Yapis dan SMA Oikomeni Manokwari, Papua Barat. Cheroline menyebut 4 pilar menjadi benteng generasi muda dari radikalisme hingga perundungan di lingkungan sekolah.

    “4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka tunggal Ika menjadi modal utama mencegah generasi muda dari radikalisme, intoleransi, hingga bullying, terutama di kalangan pelajar SMA,” kata Cheroline dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

    Baca juga:  Komisi II DPR RI Prihatin Kondisi Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Janji Kawal di Parlemen

    Cheroline mengapresiasi partisipasi dan keaktifan pelajar dalam kegiatan tersebut. Dia menilai antusiasme siswa menunjukkan tingginya rasa ingin tahu terhadap nilai-nilai kebangsaan.

    “Mereka aktif bertanya hal-hal yang belum di mengerti ini menunjukan keingintahuan pelajar mengenai 4 Pilar cukup tinggi,” katanya.

    Cheroline berharap para pelajar mampu menjaga sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Dia mengingatkan sekolah merupakan ruang yang menyatukan berbagai latar belakang suku, agama, dan ras.

    “Jangan sampai saling membuli antara satu dengan yang lain. Sekolah merupakan lembaga yang menyatukan perbedaan suku, agama ras, dan sebagainya,” tuturnya.

    Baca juga:  Isu Krusial Pembahasan Panja RUU PBD: Penentuan Ibu Kota hingga "Pinjam" Distrik

    Kepala Sekolah SMA Yapis Manokwari Moch Ali Imron mengaku sosialisasi ini menjadi yang pertama digelar anggota DPR RI sejak dirinya menjabat. Dia berharap materi 4 pilar tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan di lingkungan sekolah.

    “Kita harapkan sosialisasi 4 pilar ini bisa diamalkan dengan baik tingkat pengamalan di SMA Yapis,” ucapnya.

    Ali menegaskan penerapan 4 pilar tidak hanya sebatas teori di ruang kelas. Dia menyebut pembentukan karakter dan kolaborasi antarsiswa menjadi bagian penting dalam kegiatan kesiswaan.

    Baca juga:  Curhat Pedagang Pasar Sanggeng, Ingin Jaminan Keamanan dan Fasilitas Memadai

    Dia mengakui di era digital masih ditemukan kasus bullying di kalangan pelajar, termasuk melalui media sosial. Namun, pihak sekolah mengeklaim kasus tersebut masih bisa dikendalikan melalui pembinaan.

    “Memang ada kita temukan bullying lewat aplikasi WhatsApp, tetapi skalanya bisa kita atasi,” ungkapnya.

    Ali menegaskan sekolah memiliki aturan tegas untuk menangani perundungan. Sanksi diberikan dalam bentuk pembinaan hingga peringatan kepada siswa yang terbukti melanggar. (*/red)

    Latest articles

    John Herdman Garansi Bawa Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030, Siap?

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan garansi berani untuk membawa skuad Garuda terbang tinggi ke panggung dunia. Arsitek asal Inggris...

    More like this

    9 Tim Siap Tampil di Liga 4 Papua Barat, Dibuka 31 Maret oleh Gubernur

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Panitia penyelenggara menggelar Match Coordinator Meeting (MCM) Liga 4 Papua Barat sebagai...

    Tingkatkan Kualitas Pendidikan, ‎Pemkab Manokwari Resmikan SMP Negeri 22 Satu Atap Mubri

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Manokwari Hermus Indou meresmikan pembangunan SMP Negeri 22 Satu Atap Mubri pada...

    Musda II PWKI Papua Barat, Bupati Manokwari Tekankan Peran Perempuan dalam Pembangunan

    MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi...