Anggota DPR RI Cheroline Sosialisasi 4 Pilar ke Pelajar Manokwari, Tekankan Cegah Bullying

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota DPR RI Cheroline Chrisye Makalew menekankan pencegahan bullying saat menyosialisasikan 4 pilar kebangsaan kepada ratusan pelajar SMA Yapis dan SMA Oikomeni Manokwari, Papua Barat. Cheroline menyebut 4 pilar menjadi benteng generasi muda dari radikalisme hingga perundungan di lingkungan sekolah.

“4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka tunggal Ika menjadi modal utama mencegah generasi muda dari radikalisme, intoleransi, hingga bullying, terutama di kalangan pelajar SMA,” kata Cheroline dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Baca juga:  Jelang Kunjungan Kapolri dan Panglima TNI, Polda Papua Barat Matangkan Persiapan

Cheroline mengapresiasi partisipasi dan keaktifan pelajar dalam kegiatan tersebut. Dia menilai antusiasme siswa menunjukkan tingginya rasa ingin tahu terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Mereka aktif bertanya hal-hal yang belum di mengerti ini menunjukan keingintahuan pelajar mengenai 4 Pilar cukup tinggi,” katanya.

Cheroline berharap para pelajar mampu menjaga sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Dia mengingatkan sekolah merupakan ruang yang menyatukan berbagai latar belakang suku, agama, dan ras.

“Jangan sampai saling membuli antara satu dengan yang lain. Sekolah merupakan lembaga yang menyatukan perbedaan suku, agama ras, dan sebagainya,” tuturnya.

Baca juga:  Manokwari Selatan Jadi Lokasi Latihan Gabungan TNI, Kodam Kasuari Dukung Penuh

Kepala Sekolah SMA Yapis Manokwari Moch Ali Imron mengaku sosialisasi ini menjadi yang pertama digelar anggota DPR RI sejak dirinya menjabat. Dia berharap materi 4 pilar tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan di lingkungan sekolah.

“Kita harapkan sosialisasi 4 pilar ini bisa diamalkan dengan baik tingkat pengamalan di SMA Yapis,” ucapnya.

Ali menegaskan penerapan 4 pilar tidak hanya sebatas teori di ruang kelas. Dia menyebut pembentukan karakter dan kolaborasi antarsiswa menjadi bagian penting dalam kegiatan kesiswaan.

Baca juga:  Ada Temuan BPK, Inspektorat Mansel Optimistis Lakukan Perbaikan

Dia mengakui di era digital masih ditemukan kasus bullying di kalangan pelajar, termasuk melalui media sosial. Namun, pihak sekolah mengeklaim kasus tersebut masih bisa dikendalikan melalui pembinaan.

“Memang ada kita temukan bullying lewat aplikasi WhatsApp, tetapi skalanya bisa kita atasi,” ungkapnya.

Ali menegaskan sekolah memiliki aturan tegas untuk menangani perundungan. Sanksi diberikan dalam bentuk pembinaan hingga peringatan kepada siswa yang terbukti melanggar. (*/red)

Latest articles

DPRP Ingatkan Pemekaran DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak Tak Sekadar Aspirasi, 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengingatkan rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pegunungan Meiyakh dan Kabupaten Puncak Arfak tidak...

More like this

DPRP Ingatkan Pemekaran DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak Tak Sekadar Aspirasi, 10 Distrik Harus Disiapkan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengingatkan rencana pembentukan Daerah Otonomi...

Bupati Pegaf Targetkan Pemekaran 10 Distrik, Perjuangkan DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf), Dominggus Saiba, menargetkan pemekaran 10 distrik sebagai...

Musprov PORDI Papua Barat Jadi Momentum Regenerasi Kepemimpinan, Haryono Calon Tunggal Ketua

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat menggelar Musyawarah...